Sektor Riil

Terkait outsourcing BUMN, Dahlan akan ubah tiga hal

Minggu,  19 Mei 2013  −  15:22 WIB
Terkait outsourcing BUMN, Dahlan akan ubah tiga hal
Foto : Ist

Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan saat ini masih menunggu keputusan Panitia Kerja DPR tentang sistem ketenagakerjaan. Sembari menunggu, Kementerian BUMN akan melakukan perbaikan terkait tenaga kerja alih daya (outsourcing).

"Keputusan Panja DPR tentu saya duga akan lama karena proses politik memakan waktu. Oleh karena itu, BUMN ingin melakukan perbaikan-perbaikan di bidang outsourcing sambil menunggu keputusan Panja tersebut," ujarnya di Pertamina, Jakarta, Minggu (19/5/2013).

Dahlan menyebut bahwa ada tiga hal yang akan diubah dalam proses outsourcing BUMN. Pertama adalah perusahaan outsourcing tersebut harus punya sistem jenjang karir dan kepegawaian. Outsourcing di BUMN, kata dia, harus menjadikan orang sebagai karyawan, bukan orang lepasan.

Syarat yang kedua, Dahlan meminta agar BUMN memperlakukan pegawai outsourcing sebagai karyawan perusahaan pelat merah. Ketiga, perusahaan outsourcing harus punya sistem penggajian.

"Jadi, yang ikut tender di BUMN, paling rendah gajinya harus 10 persen di atas UMP setempat, tidak boleh sama. Yang tidak punya peraturan seperti itu, dia tidak boleh ikut tender di BUMN," cetusnya.

Dahlan mengaku bahwa Kementerian BUMN siap menjadi pengawas dalam menjalankan sistem ini guna menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, seperti gaji yang tidak memadai dan status karyawan tidak jelas.

"Pengawasannya ada, nanti misalnya dia (perusahaan outsourcing) sudah menang, jadi outsourcing-nya menang, tapi pegawainya protes bahwa dia tidak diangkat jadi pegawai dan cuma dipakai tenaga kerja lepasan atau gaji di bawah UMP, dia bisa ngadu ke saya," pungkasnya.


(rna)

views: 2.620x
Bagikan artikel ini :
shadow