Sektor Riil

Ekspatriat sumbang pendapatan Pasuruan

Minggu,  19 Mei 2013  −  19:53 WIB
Ekspatriat sumbang pendapatan Pasuruan
Foto: Arie Yoenianto

Sindonews.com - Ibarat jamur dimusim penghujan, kehadiran tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Pasuruan kian menjamur. Ekspatriat ini ini diyakini akan terus bertambah menyusul diberlakukannya perjanjian perdagangan bebas Asean (Asean Free Trade Agreement/AFTA) pada 2015 mendatang.

Kabupaten Pasuruan yang memiliki lebih dari 1.400 perusahaan menjadi salah satu ladang bagi kalangan ekspatriat menjalankan usahanya. Saat ini, sedikitnya 300 orang tenaga asing silih berganti berdiam di Pasuruan. Kehadiran ekspatriat ini juga telah memberikan sumbangan bagi pendapatan asli daerah sebesar Rp650 juta per tahun.

Penghasilan ini didapat dari bagi hasil pajak tenaga kerja asing yang selama ini disetor ke pemerintah pusat. Namun seiring dengan dilimpahkannya pajak tersebut ke daerah, seluruh potensi penghasilan dari pajak ekspatriat ini akan masuk ke kas daerah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kabupaten Pasuruan, Yoyok Heri Sucipto, mengungkapkan, menyambut perubahan regulasi tersebut pihaknya telah membuat rancangan peraturan daerah (Raperda) izin memperkerjakan tenaga asing (IMTA). Raperda ini sudah memasuki pembahasan di meja legislatif.

Yoyok menyebut, potensi penghasilan dari pajak tenaga kerja asing yang akan diterima daerah akan berlipat ganda. Dari yang semula hanya sekitar Rp650 juta per tahun akan meningkat menjadi Rp3,6 miliar per tahun.

Dalam raperda IMTA yang kini memasuki tahap finishing, disebutkan bahwa setiap tenaga kerja asing yang berdiam di Kabupaten Pasuruan akan dikenakan pajak sebesar USD100 per bulan. Dalam setahun, Kabupaten Pasuruan akan menerima pajak dari ekspatriat tersebut sebesar USD1.200 atau setara Rp12 juta dengan asumsi kurs USD1 Rp10.000

"Pada saat ini ada sekitar 300 tenaga kerja asing yang bekerja di Kabupaten Pasuruan. Jumlah ini akan terus bertambah seiring diberlakukannya AFTA. Para tenaga kerja asing akan bebas keluar masuk di Asean," tandas Yoyok Heri Sucipto.

Potensi penambahan tenaga kerja asing ini, lanjut Yoyok, berasal dari perusahaan-perusahan modal asing yang telah berdiri maupun yang akan menanamkan modalnya di Kabupaten Pasuruan. Potensi ini akan terus bertambah seiring dengan pembangunan jalan tol Gempol-Pasuruan. Akses tol yang diperkirakan selesai pada tahun 2015 mendatang ini akan menembus kawasan Pasuruan Industri Estate Rembang (PIER).

Bak gayung bersambut, kalangan legislatif mendukung pemberlakukan Raperda retribusi IMTA. Karena akan menjadi sumber penghasilan baru bagi Pemkab Pasuruan.

"Selain memungut pajak dari tenaga kerja asing, perlu dipikirkan agar perusahaan tersebut mampu mentransfer keahlian tenaga asingnya kepada pekerja lokal," kata Sutar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan.




(rna)

views: 1.558x
shadow