Sektor Riil

BPS: Harga BBM tepat dinaikan sebelum puasa

Kamis,  20 Juni 2013  −  13:04 WIB
BPS: Harga BBM tepat dinaikan sebelum puasa
ilustrasi/ist

Sindonews.com - Pemerintah hingga saat ini belum mengumumkan waktu kepastian kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun, harga kebutuhan pokok sudah melambung tinggi.

Menanggapi hal ini, Badan Pusat Statistik (BPS) menilai hal tersebut disebabkan efek psikologis yang berdampak pada semua sisi.

"Semua kena, ada efek psikologis. Logikanya di mana BBM belum naik kok harga sembako naik, alasannya BBM mau naik Pak, mana bisa begitu kan, tetapi ini nyata terjadi di masyarakat. Karena itu harusnya pemerintah bisa mengintervensi kenaikan harga," ujar Kepala TU BPS Kota Depok, Bambang Pamungkas, Kamis (20/6/2013).

Namun, Bambang menilai, kenaikan harga BBM tepat dinaikan sebelum puasa. Sebab, harga kebutuhan pokok memang biasa naik setiap Ramadan dan Lebaran.

"Puasa lebih mending, lebih baik dinaikan sebelum puasa, karena harga-harga memang pasti naik saat puasa. Karyawan saja minta THR, wajarlah pedagang juga menaikan harga, paling inflasi hancur 2 persen, setelah itu turun lagi. Asalkan, pemerintah menjamin setelah Lebaran, harga harus kembali normal," terang dia.

Bambang mengakui, saat ini masyarakat akan kesulitan beradaptasi dengan kenaikan harga BBM. Namun, dia menyebutkan bahwa subsidi BBM yang paling banyak menikmati adalah kalangan menengah atas.

"Secara nasional sumber Kemenkeu, Subsidi BBM yang paling banyak, pemilik mobil hingga 53 persen, motor hanya 47 persen. Jawa Bali 59 persen konsumsi, di luar Jawa Bali 41 persen. Kebanyakan dinikmati rumah tangga berpenghasilan tinggi," ungkap Bambang.

Dia menegaskan, bahwa rakyat jangan selalu dimanjakan dengan subsidi BBM yang salah sasaran. Kenaikan harga BBM, kata dia, mengalihkan anggaran untuk menunjang fasilitas bagi rakyat.

"Tetapi memang subsidi jangan bahan bakarnya, tetapi ada kompensasi untuk angkutan bensin, atau misalnya dengan suku cadang, atau diperbaiki jalannya dan infrastrukturnya," tutupnya.


(izz)

views: 2.046x
shadow