Sektor Riil

Imbas BBM naik, pendapatan supir taksi anjlok

Sabtu,  22 Juni 2013  −  11:40 WIB
Imbas BBM naik, pendapatan supir taksi anjlok
ilustrasi/ist

Sindonews.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dirasakan akan segera memukul industri transportasi, misalnya taksi. Di mana pendapatan supir taksi akan tergerus oleh selisih harga BBM sekitar Rp2.000.

"Jadi yang jelas ini berat karena otomatis pendapatan kita berkurang. Biasanya kita bawa pulang Rp100 ribu, sekarang kita isi bensin 30 liter sudah Rp60 ribu selisih kenaikannya. Jadi gara-gara selisih Rp60 ribu pendapatan kita cuma jadi Rp40 ribu," ujar Maftuhin, salah seorang supir taksi kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (22/6/2013).

Dia juga menyebut biasanya akan ada kenaikan argo taksi yang menyebabkan masyarakat pengguna taksi akan syok dan beralih untuk sementara dari taksi, "Biasanya argo setelah tiga bulan akan naik. Itu penumpang akan sepi dan baru akan stabil setelah tiga bulan," jelasnya.

Maftuhin sendiri merasa kenaikan harga BBM, waktunya belum tepat. Karena transportasi publik di Jakarta belum memadai untuk memindahkan masyarakat dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum.

"Saya pikir perbaiki transportasi Jakarta dulu agar masyarakat banyak pilihan pindah dari kendaraan pribadi. BBM itu tulang punggung perekonomian," ujar dia.


(izz)

views: 1.000x
shadow