Makro

DPR setujui asumsi RAPBN 2014 terkait energi

Kamis,  27 Juni 2013  −  10:40 WIB
DPR setujui asumsi RAPBN 2014 terkait energi
Menteri ESDM, Jero Wacik/Foto : Ist

Sindonews.com - Komisi VII DPR menyetujui asumsi dasar RAPBN tahun 2014 yang diusulkan Pemerintah. Dalam isi asumsi dasar RAPBN tersebut terkait Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) dan lifting minyak dan gas bumi.

Rancangan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Badan Anggaran DPR yang akan dibahas bersama antara Panitia Anggaran DPR-RI dengan pemerintah C.q Menteri Keuangan, Meneg PPN/Kepala Bappenas dan Gubernur Bank Indonesia dan selanjutnya hasil pembahasan pembicaraan pendahuluan penyusunan RAPBN menjadi dasar penyusunan RUU APBN beserta Nota Keuangannya yang akan dibacakan Presiden RI didepan sidang paripurna DPR RI tanggal 16 Agustus mendatang.

“ICP yang saya usulkan rangenya antara 100-115 USD/barel. Kemudian lifting minyak antara 860-900 ribu barel/hari (bopd), gas bumi antara 1.230-1.250 ribu barel oil equivalent per day (boepd), ini yang kami usulkan,” ujar Menteri ESDM, Jero Wacik dilansir dari situs resmi ESDM Kamis (27/6/2013).

Volume BBM bersubsidi dengan pertimbangan realisasi saat ini, adanya pertumbuhan kendaraan bermotor, dan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi, maka pemerintah mengusulkan asumsi volume BBM bersubsidi pada RAPBN 2014 pada range antara 51,04-52,41 juta kl.

“Ini juga sudah mempertimbangkan 2014 itu sebagai tahun pemilu, jadi banyak di antara kita akan berpergian kesana kemari, kampanye kesana kemari yang akan banyak sekali menghabiskan BBM dan itu sudah masuk dalam angka 51,04-52,41 juta kl tersebut,” imbuh Wacik.

Rincian untuk volume BBM bersubsidi yakni, Premium dan bioetanol 33,50 juta kl, kemudian minyak tanah, range antara 1,10-1,20 juta, minyak solar dan biodiesel, 16,44-17,71 juta kl. Untuk melanjutkan konversi minyak tanah ke LPG, pemerintah mengusulkan subsidi LPG 3 kg pada RAPBN 2014 dalam kisaran  4,78-4,93 juta metrik ton.

"Untuk mendukung diversifikasi energi dengan melihat perkembangan harga keekonomian BBN kami mengusulkan subsidi BBN dalam RAPBN 2013 yang sudah menjadi APBN untuk biodiesel sebesar Rp3.000/liter dan untuk bioethanol sebesar Rp3.500 perliter," lanjut Jero Wacik.

Pemerintah juga mengusulkan subsidi LGV sebesar Rp1.500/liter, atau sama dengan APBN-P 2013 serta Alpha untuk BBM bersubsidi disamakan dengan formula APBN-P 2013. “Formula tersebut sudah dichek dengan hasil kajian dari ITB, UI, ITS, DAN LEMIGAS dan dianggap masih cocok,” ujar Wacik.

Untuk subsidi listik pemerintah mengusulkan Rp81,97-91,10 triliun. Dengan parameter yang dipergunakan pada perhitungan yakni, pertumbuhan penjualan sebesar 9 persen, sehingga berdasarkan target penjualan 2013, maka penjualan pada 2014 dapat mencapai 204,59 twh.

Susut jaringan sebesar 8,5 persen, biaya pokok penyediaan (BPP) listrik sebesar Rp1.174–1.220/kwh, margin usaha sebesar 7 persen, dan revenue requirement (bpp+margin) sebesar Rp257-267 triliun.


(gpr)

views: 1.221x
shadow