Sektor Riil

Jelang Ramadan & Lebaran

Harga sembako makin liar, intervensi pasar diwajibkan

Minggu,  7 Juli 2013  −  16:00 WIB
Harga sembako makin liar, intervensi pasar diwajibkan
Ilustrasi/Ist

Sindonews.com - Beberapa pekan terakhir harga kebutuhan pokok terus melambung tinggi. Kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) hampir tidak terkendali di pasaran.

Misalnya harga telur sekarang sudah mencapai Rp21 ribu per kg dari Rp15 ribu per kg pada awal tahun ini. Bawang merah sudah mencapai Rp40 ribu dari Rp20-25 ribu harga normalnya. Begitu juga beras, cabai merah, gula, dan lain-lain terus merangkak naik.

"Kenaikan tersebut dipicu oleh kebutuhan konsumsi masyarakat yang meningkat karena mendekati bulan puasa dan lebaran. Disisi lain ulah spekulan yang ingin menangguk keuntungan pribadi juga kerap menjadi biang masalah naiknya harga sembako di pasar-pasar tradisional yang selama ini terkesan liar tidak terkendali," ujar Ketua FPKB DPR RI Marwan Ja`far dalam siaran persnya, Minggu (7/7/2013).

Ja`far menegaskan, pemerintah harus segera melakukan intervensi pasar secara serius agar harga sembako terkendali. Untuk mengendalikan harga sembako menjelang puasa, harus ada langkah-langkah antisipasi yang harus dilakukan.

"Pemerintah harus menjamin agar stok sembako menjelang puasa tercukupi dan aman hingga lebaran. Karena puasa dan lebaran sudah tiap tahun terjadi mestinya hal ini bisa di antisipasi dengan baik," ujarnya.

Ja`far manambahkan, pemerintah tidak perlu menunggu masyarakat menjerit. Misalnya dengan menyesuaikan antara produksi dengan konsumsi sembako menjelang puasa dan lebaran agar tidak terjadi kelangkaan sembako.

Pemerintah harus mengendalikan harga sembako di pasaran agar stabil. Misalnya dengan melakukan operasi pasar secara serentak, simultan dan jauh-jauh hari di pasar-pasar yang rawan dipermainkan oleh tengkulak. "Dimana para tengkulak sengaja menaikkan harga diluar kewajaran demi keuntungan pribadi," tandasnya.


(gpr)

views: 491x
shadow