Sektor Riil

Pengembangan KEK pariwisata terkendala infrastruktur

Jum'at,  26 Juli 2013  −  11:47 WIB
Pengembangan KEK pariwisata terkendala infrastruktur
Ilustrasi

Sindonews.com - Setelah memberikan izin dan meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis industri, pemerintah berniat memberikan izin KEK berbasis pariwisata.

Namun, yang menjadi perhatian adalah masalah akses jalan, sehingga menjadi kendala pengembangan KEK pariwisata tersebut. Hal tersebut membuat kawasan KEK menjadi belum layak secara komersil, padahal pemerintah daerah (pemda) setempat menyatakan KEK berbasis pariwisata layak dibangun.

"Jadi, seperti KEK Tanjung Lesung itu ibarat telur dan ayam karena pembangunan butuh infrastruktur. Kita juga sedang kaji pembangunan jalan tol seberapa jauh financial gap-nya," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa usai Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Sedangkan mengenai KEK Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Hatta menyebut KEK tersebut masih menunggu perluasan pembangunan kawasan baru.

"Mandalika hampir selesai, tetapi masih tunggu blueprint rencana perluasan pembangunan kawasan tersebut dan perubahan disainnya," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menyebut Mandalika masih memiliki permasalahan infrastruktur jalan, padahal kawasan tersebut memiliki potensi pariwisata luar biasa.

"Dari segi pantai, keindahan alamnya itu sangat berpotensi dan dia dekat airport. Yang harus dibangun adalah infrastruktur di dalamnya dan mematangkan blueprint untuk pengembangan daerah itu," pungkas Mari.



(rna)

views: 1.080x
shadow