Sektor Riil

Produk makanan olahan Indonesia siap rambah Korsel

Rabu,  21 Agustus 2013  −  17:22 WIB
Produk makanan olahan Indonesia siap rambah Korsel
Ilustrasi/Ist

Sindonews.com - Dalam meningkatkan ekspor, para pelaku usaha harus memiliki kepekaan terhadap selera pasar yang sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, ekonomi, sosial, dan budaya. Penguasaan dan pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan produk yang berkualitas juga sangat diperlukan untuk memperbesar kemungkinan produk tersebut diterima oleh konsumen global.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Gusmardi Bustami pada acara seminar “Korean Market Access Seminar for Food Products of Indonesia” di Hotel Meritus Surabaya City Centre, Surabaya, Rabu (21/8/2013).

Seminar yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan ASEAN-Korea Centre (AKC) tersebut ditujukan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para pelaku usaha Indonesia dalam meningkatkan kualitas produk yang sesuai dengan selera pasar, serta memberikan panduan dalam menentukan strategi pemasaran yang efektif termasuk prosedur ekspor, khususnya ke negara Korea.

"Dalam upaya memenangkan persaingan di pasar global, pemerintah terus berupaya melakukan strategi yang komprehensif untuk dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja ekspor Indonesia," ujarnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan penetrasi dan diversifikasi ke pasar-pasar di Asia termasuk Korea, Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, serta Australia-Oceania.

Republik Korea merupakan salah satu negera tujuan ekspor utama bagi produk-produk Indonesia yang telah memiliki skema kesepakatan dalam bentuk ASEAN-Korea FTA. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor Indonesia selama lima tahun terakhir meningkat dari USD137 miliar pada 2008 menjadi USD190 miliar pada 2012, dengan tren 12,88 persen.

Sementara, hingga Juni 2013, nilai ekspor Indonesia sudah mencapai USD 91 miliar, dengan 10 negara terbesar tujuan ekspor yaitu China, Jepang, Amerika Serikat, India, Singapura, Malaysia, Republik Korea, Thailand, Belanda dan Taiwan.

Khusus untuk produk makanan olahan, nilai ekspor Indonesia ke dunia terus mengalami peningkatan dengan tren pertumbuhan sebesar 15,59 persen. Begitu pula dengan nilai ekspor makanan Indonesia ke Korea juga mengalami peningkatan, dimana pada 2008 hanya mencapai nilai USD36,7 juta, sedangkan pada 2012 meningkat menjadi USD66,2 juta atau dalam periode 5 tahun telah terjadi peningkatan sebesar 80,4 persen.

Pada seminar ini, hadir sebagai pembicara sekaligus tenaga ahli dari Korea Selatan yang merupakan perwakilan dari perusahaan yang bergerak di bidang makanan olahan, hasil laut dan pertanian yaitu Emart, Pulmuone, dan CheiJedang.

Para pembicara memaparkan tentang potensi produk makanan olahan Indonesia di Korea, serta hal-hal yang harus diperhatikan agar produk Indonesia dapat diterima di pasar Korea Selatan, termasuk dalam hal standar produk dan berbagai ketentuan ekspor ke pasar Korea Selatan.


(gpr)

views: 1.469x
shadow