Sektor Riil

Harga sapi kurban tahun ini terlalu tinggi

Sabtu,  28 September 2013  −  20:11 WIB
Harga sapi kurban tahun ini terlalu tinggi
Sunarto (45), salah seorang peternak. Foto: Mukhtar Bagus

Sindonews.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sapi di berbagai daerah mengalami lonjakan yang sangat tajam. Namun, para peternak justru mengeluhkan kenaikan harga yang terlalu tinggi.

Penyebabnya karena stok sapi lokal saat ini sedang menipis. Para peternak sapi pun khawatir masyarakat yang ingin berkurban beralih ke kambing, sehingga omzet mereka tahun ini turun.
 
Sunarto (45), salah seorang peternak di Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengatakan, para peternak sebenarnya senang harga sapi saat ini naik. Namun, di balik itu mereka resah karena kenaikannya terlalu besar.

“Pada Hari Raya Kurban tahun lalu, harga sapi naik rata-rata 15-20 persen dibandingkan hari biasa. Namun, tahun ini kenaikkannya mencapai 30 persen lebih,” ujarnya, Sabtu (28/9/2013).
 
“Seperti sapi yang biasanya hanya seharga Rp9 juta tahun lalu, naik menjadi Rp10-Rp11 juta rupiah. Namun, kurban tahun ini naik lebih tinggi menjadi Rp13-14 juta," sambungnya.
 
Menurut Sunarto, sapi berukuran jumbo yang biasanya dijual Rp18 juta, kini melonjak menjadi Rp23- Rp25 juta.

Tahun lalu, Sunarto mengaku mampu menjual 21 ekor sapi. Untuk Hari Raya Kurban tahun ini, dia hanya menyediakan stok 10 ekor. Dia tak berani menyediakan sapi terlalu banyak karena takut pembeli turun akibat harga terlalu tinggi.


(dmd)

views: 2.255x
shadow