Sektor Riil

Jumlah pengangguran di Sulsel menurun

Rabu,  26 Februari 2014  −  19:54 WIB
Jumlah pengangguran di Sulsel menurun
Ilustrasi/Ist

Sindonews.com - Peningkatan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan berdampak pada penurunan persentase jumlah pengangguran. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), jumlah pengangguran terbuka turun dari 208,98 ribu orang per Agustus 2012, menjadi 176,91 ribu orang per Agustus 2013.

“Jika jumlah pengangguran tersebut dibandingkan dengan angkatan kerja, persentasenya juga menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 5,9 persen pada Agustus 2012 menjadi 5,1 persen pada Agustus 2013 atau turun sebesar 0,8 persen,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah I Sulampua Suhaedi, Rabu (26/2/2014).

Menurut dia, ada beberapa sektor yang menyerap tenaga kerja cukup banyak yaitu sektor primer (sektor pertambangan dan penggalian) dan sektor sekunder (sektor bangunan serta sektor angkutan dan komunikasi).

“Secara keseluruhan, jumlah pekerja formal yang tercatat meningkat 3,67 persen menjadi 1,10 juta orang hingga periode Agustus 2013,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga kerja (Disnaker) Sulsel M Basir menjelaskan, dalam mengurangi tingkat pengangguran, pihaknya menargetkan 100.000 penganggur pertahun dapat bekerja di semua bidang.

Dengan target ini, pihaknya yakin jumlah angka pengangguran dalam dua tahun dapat dieliminasi secara alamiah. “Kita tidak bisa menutup mata juga, setiap tahun perguruan tinggi di Sulsel menghasilkan 2.000-3.000 sarjana yang kemudian menjadi pengangguran di Sulsel. Karena itu dengan masuknya berbagai investasi di Sulsel kita harapkan mampu mengakomodasi semua angkatan kerja,” ujarnya.

Penyerapan tenaga kerja ini, akan disebar ke berbagai sektor baik pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan pembukaan hotel baru di Makassar. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik. 

Sebab lanjut dia, tidak menutup kemungkinan persaingan pengisian lowongan kerja harus dilakukan dengan mereka yang berasal dari luar Makassar dan Sulsel, bahkan tenaga kerja asing atau ekspatriat. Perusahaan bebas merekrut tenaga kerja mana saja sesuai kebutuhan.

“Kita berharap SDM kita juga terus memacu diri. Karena expatriat menyasar justru jabatan-jabatan eksekutif. Jangan sampai kita menjadi buruh di rumah sendiri,” tandasnya.


(gpr)

views: 787x
shadow