Minyak Brent Alami Penurunan Mingguan Terbesar

Sabtu, 28 Juni 2014 - 12:12 WIB
Minyak Brent Alami Penurunan...
Minyak Brent Alami Penurunan Mingguan Terbesar
A A A
NEW YORK - Harga minyak mentah jenis brent ditutup mengalami penurunan mingguan terbesar sejak Maret dipicu ketegangan di Irak.

Pasukan Irak memegang kendali kilang Baiji, yang merupakan kilang terbesar di negara tersebut, setelah memukul mundur pemberontak. Pertempuran belum meluas ke selatan, yang merupakan lumbung minyak Irak.

Menteri Perminyakan Irak Abdul Kareem al-Luaibi mengatakan, ekspor dari produsen terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengeskpor Minyak (OPEC) akan dipercepat bulan depan.

"Produksi Irak sepertinya aman saat ini dan itu membuat pasar stabil," kata Direktur Energi Analytics Group LLC Tom Finlon seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (28/6/2014).

Harga minyak brent di LondonICE Futures Europe untuk pengiriman Agustus naik 9 sen menjadi USD113,30 per barel. Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 37% di bawah rata-rata 100 hari. Harga turun 1,3% sepanjang pekan ini dan merupakan penurunan terbesar sejak tujuh hari yang berakhir 21 Maret 2014.

Sementara harga minyak WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Agustus turun 10 sen menjadi USD105,74 per barel. Harga turun 1,4% sepanjang pekan ini. Volume yang diperdagangkan sekitar 50% di bawah rata-rata.

Selisih patokan minyak mentah AS terhadap brent diperdagangan sebesar USD7,56, meningkat dibanding sebelumnya USD7,37.

"Ekspor minyak akan mengalami peningkatan besar, hingga saat ini tidak memberi sentimen negatif pada produksi minyak mentah Irak dan ekspor. Perusahaan Irak bekerja normal di Irak," kata Luaibi belum lama ini.

Harga minyak brent telah naik 3,6% sepanjang Juni dipicu pemberontak di Irak berhasil merebut kota utara Mosul dan menuju Baghdad. Irak menghasilkan 3,3 juta barel per hari minyak mentah pada bulan lalu.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
51 menit yang lalu
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
1 jam yang lalu
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
1 jam yang lalu
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
2 jam yang lalu
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved