Jokowi Kembali Salahkan Pemerintah Lalu

Senin, 25 Mei 2015 - 19:27 WIB
Jokowi Kembali Salahkan...
Jokowi Kembali Salahkan Pemerintah Lalu
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalahkan para menteri pada masa pemerintahan lalu yang tidak pernah blusukan ke desa, dengan tidak tersentuhnya potensi yang ada di kawasan Indonesia Timur.

Dia mengungkapkan, dengan melihat potensi yang ada harusnya kawasan Indonesia Timur dapat berkembang dengan cepat dan lebih baik. Contohnya, di salah satu kabupaten di Merauke, Kabupaten Wapeko yang memiliki bentang tanah datar seluas 4,6 juta hektare (ha).

"‎Di situ ada hamparan tanah datar yang sangat luas. Ada 4,6 juta ha, tapi setelah diidentifikasi, yang siap dikerjakan baru 1,2 juta ha, yang bisa dipakai untuk tanam padi, jagung dan tebu," katanya dalam Rakernas Kadin Indonesia bagian Timur di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Padahal, jika tanah seluas 4,6 juta ha tersebut dikerjakan seluruhnya akan menghasilkan produk pertanian yang melimpah ruah. Pasalnya, 1 ha tanah bisa menghasilkan 8 ton padi untuk sekali masa panen. Dengan demikian, total luas tanah tersebut akan dapat menghasilkan 37 juta ton sekali panen.

"Dua kali panen berarti 74 juta ton. Kalau tiga kali panen 110 juta ton. Hanya dari satu kabupaten. Padahal produksi nasional kita 60-70 juta ton," ‎imbuh dia.

Karena itu, sambung mantan Gubernur DKI Jakarta ini, jika potensi ini serius dikerjakan maka Tanah Air akan menikmati panen berlimpah. Bahkan bukan tidak mungkin, swasembada pangan yang dicita-citakan pemerintah akan tercapai.

Menurutnya, potensi tersebut tidak termanfaatkan dengan baik lantaran infrastruktur untuk mencapai wilayah tersebut belum terbangun. Infrastruktur pelabuhan tidak siap menampung produksi, infrastruktur jalan dari pelabuhan ke lokasi pun belum mumpuni, serta sistem irigasi yang belum terbangun.

"Kenapa enggak dikerjakan? Karena mungkin pemerintahnya (sebelumnya) enggak pergi ke sana dan setelah melihat, saya putuskan di lapangan, sudah dimulai. Bagian pelabuhan, jalan, irigasi. Investasi silakan masuk, tapi jangan semua. Sebesar 70% dipegang BUMN dan 30% dipegang swasta," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Banjir Ucapan Selamat...
Banjir Ucapan Selamat Ultah, Jokowi: Saya Hanya Bisa Mengucap Syukur
Puluhan Tahun Impor...
Puluhan Tahun Impor Mesin, Jokowi: Jangan Cuma Beli Jadi, Akuisisi Teknologinya!
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
14 menit yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
35 menit yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
2 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
3 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved