Dana Infrastruktur Perlu Ditingkatkan

Sabtu, 06 Juni 2015 - 10:37 WIB
Dana Infrastruktur Perlu...
Dana Infrastruktur Perlu Ditingkatkan
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta mencari cara meningkatkan anggaran pembangunan infrastruktur. Keberadaan infrastruktur memiliki peran vital dalam pengembangan perekonomian Indonesia.

”Pembangunan infrastruktur dibutuhkan agar ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih baik lagi serta lebih merata ke seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, pemerintah harus bisa mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk infrastruktur,” ujar CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) saat berdialog dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, di Jakarta, baru-baru ini.

Dalam Rencana Pembangunan Nasional Jangka Menengah (RPJM), estimasi kebutuhan pendanaan infrastruktur pada 2015-2019 ditetapkan sebesar Rp5.519 triliun, atau sekitar Rp1.102 triliun per tahun. Namun, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 anggaran infrastruktur hanya dialokasikan sebesar Rp 290,3 triliun.

Karena itu, tegas HT, pemerintah perlu mengupayakan berbagai cara untuk mengejar selisih kekurangan tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan pemasukan negara dari pajak atau dengan menarik investasi asing ke dalam negeri. ”Artinya, kita perlu iklim kondusif supaya lebih banyak dana masuk ke Tanah Air,” kata HT.

Selain infrastruktur yang dapat menunjang pertumbuhan perekonomian, pemerintah harus memperhatikan infrastruktur bagi masyarakat miskin atau masyarakat berpenghasilan rendah. Di beberapa daerah, penyediaan air bersih juga menjadi masalah. ”Kita perlu program untuk masyarakat marginal, ini tugas penting. Pembangunan rumah untuk orang-orang yang kurang mampu sehingga mereka bisa menempati rumah-rumah yang layak,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan, total anggaran infrastruktur di kementerian yang dipimpinnya hanya sebesar Rp118 triliun. Namun, pihaknya akan mengoptimalkan anggaran yang ada untuk menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan.

Menurut Basuki, hingga akhir Mei anggaran yang telah terserap mencapai sekitar 10%. Menurutdia, KementerianPekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memprioritaskan pembangunaninfrastrukturuntukmendorong pertumbuhan wilayah. Proyek yang ditargetkan meliputi pembangunan jalan, waduk, irigasi, perumahan, penyediaan air bersih, dansanitasi.

Perumahan rakyat dan air bersih merupakan dua fokus kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Perumahan rakyat pun selalu menjadi perhatian kementerian yang dipimpinnya. Untuk air bersih, saat ini pasokan telah mencapai sebesar 60% . ”Akan kita coba untuk menjadikannya 100% pada 2019,” tuturnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akanmembangun 49 waduk demi menjamin minimal 20% ketersediaan air untuk irigasi. Keberadaan waduk juga akan menjamin ketersediaan air sepanjang tahun sehingga petani bisa menanam setidaknya dua kali dalam setahun.

Rabia edra
(bhr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
42 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
Infografis
Perlu Tindakan Cepat...
Perlu Tindakan Cepat Pemerintah untuk Antisipasi Badai PHK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved