Yunani Tak Keluar dari Zona Euro

Rabu, 01 Juli 2015 - 11:20 WIB
Yunani Tak Keluar dari...
Yunani Tak Keluar dari Zona Euro
A A A
BEIJING - Yunani tidak akan keluar dari zona euro. Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Kotzias mengatakan hal itu pada Duta Besar China untuk Yunani Zou Xiaoli.

Pernyataan Kotzias muncul saat dunia khawatir Yunani akan default atau gagal bayar utang sehingga membuat negara itu keluar dari zona euro. ”Yunani tidak akan meninggalkan zona euro dan akan bekerja sama dengan China untuk mengembangkan hubungan bilateral lebih lanjut dan bekerja sama di berbagai bidang,” tutur Kotzias, dikutip kantor berita Reuters .

Kotzias menjelaskan hal itu saat bertemu Zou pada Senin (29/6) waktu setempat. Perdana Menteri (PM) Yunani Alexis Tsipras mengancam mengundurkan diri jika pada referendum nanti mayoritas rakyat menyatakan ”ya” terhadap syarat-syarat bailout (dana talangan) yang diminta para kreditor asing.

Tsipras meminta rakyat menyatakan ”tidak” dalam referendum nanti karena hasil referendum tersebut akan membantu Yunani dalam negosiasi yang lebih baik untuk mengatasi krisis ekonomi. Dia menyatakan tidak akan menjabat jika harus melakukan lebih banyak pemangkasan anggaran. Bailout Yunani berakhir pada Selasa (30/6), saat negara itu harus membayar kembali utang pada Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar 1,6 miliar euro.

Pinjaman itu harus dibayar lagi pada pukul 18.00 waktu Washington. Saat batas waktu itu semakin mendekat, para kreditor mengajukan tawaran terakhir pada Yunani pada Senin malam (29/6) waktu setempat. Para pemimpin Uni Eropa (UE) memperingatkan, penolakan pada proposal itu berarti Yunani keluar dari zona euro, meskipun Tsipras tidak ingin hal tersebut terjadi.

Perundingan antara Yunani dan para kreditor gagal pada pekan lalu, mengakibatkan perbankan Yunani harus tutup pekan ini. Tsipras pun meminta rakyat Yunani menolak proposal para kreditor karena akan memberi senjata lebih kuat di meja negosiasi. ”Kami meminta Anda menolaknya dengan seluruh jiwa, dengan kemungkinan margin terbesar,” ujar Tsipras, dikutip BBC .

Dia tidak yakin para kreditor ingin Yunani keluar dari zona euro karena dampaknya terlalu besar. ”Jika rakyat Yunani ingin meneruskan rencana penghematan berkelanjutan, yang membuat kita tidak mampu mengangkat kepala kita, kami akan menghormatinya, tapi kami tidak akan menjadi salah satu yang melaksanakannya,” tuturnya.

Puluhan ribu orang berkumpul di luar gedung parlemen Yunani di Athena pada Senin malam (29/6) untuk mendukung proposal pemerintah. Unjuk rasa tandingan digelar pihak yang mendukung ”ya” pada referendum. Beberapa pemimpin zona euro, termasuk PM Italia dan Presiden Prancis mengkhawatirkan hasil referendum nanti.

Adapun, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker merasa dikhianati oleh pemerintahan Tsipras dan meminta rakyat Yunani menentangnya. Laporan di Yunani menyatakan, Juncker mengirimkan tawaran terakhir ke Yunani pada Senin malam (29/6). Tawaran baru ini diyakini berisi perubahan dalam persyaratan terhadap Ekas, tambahan untuk pensiunan Yunani termiskin yang ingin dihapus Athena pada 2020 tapi Eropa ingin penghapusannya lebih cepat.

Surat kabar Ekathimerini menyatakan, Pemerintah Yunani mendengarkan isi proposal itu tapi menolak tawaran tersebut. Media di Yunani juga menyatakan, pemerintah mendiskusikan tawaran Juncker lagi selama beberapa jam. Pemerintah Yunani memerintahkan semua bank tutup hingga 6 Juli, setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan tidak memperpanjang dana darurat.

ECB diyakini telah mencairkan seluruh dana sekitar 89 miliar euro. Antrean panjang orang terus mengular dari banyak ATM, dengan penarikan hanya maksimal 60 euro per hari. Menteri Keuangan Yunani menyatakan, 1.000 cabang bank akan dibuka lagi pada Rabu (1/7) untuk mengizinkan para pensiunan menarik hingga 120 euro. Sebagian besar pensiunan itu tidak menggunakan kartu debit.

Pertanyaan akan diajukan pada para pemilih pada Minggu (5/7) apakah mereka akan menyetujui atua menolak syaratsyarat khusus yang diminta para kreditor. Haruskah rencana kesepakatan yang diajukan Komisi Eropa, ECB, dan IMF pada grup euro pada 25 Juni dan terdiri atas dua bagian akan diterima? Dokumen pertama berjudul Reformasi untuk penyelesaian Program Sekarang dan Nanti dan kedua Analisis Keberlanjutan Utang Awal .

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
20 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
49 menit yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved