Kegiatan Usaha Diperkirakan Melambat

Sabtu, 11 Juli 2015 - 09:28 WIB
Kegiatan Usaha Diperkirakan...
Kegiatan Usaha Diperkirakan Melambat
A A A
JAKARTA - Ekspansi kegiatan usaha diperkirakan melambat pada kuartal III/2015. Perlambatan tersebut terutama disebabkan kontraksi pada sektor pertambangan dan penggalian lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Peter Jacobs mengatakan, ekspansi usaha yang melambat pada kuartal III diperkirakan cenderung tidak berdampak pada tenaga kerja. ”Kondisi ini terindikasi dari saldo bersih tertimbang (SBT) pengguna tenaga kerja pada kuartal III sebesar 0,75% lebih tinggi dari periode sebelumnya,” kata Peter di Jakarta kemarin.

Dia melanjutkan, tekanan kenaikan harga jual juga diperkirakan melemah pada kuartal III. Pelemahan harga jual terutama diperkirakan terjadi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, perikanan, dan sektor perdagangan serta hotel dan restoran.

Kegiatan investasi dunia usaha pada kuartal III/2015 diperkirakan meningkat. Ini tercermin dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) yang diperkirakan mencapai 12,13% atau lebih tinggi dibandingkan kuartal II/2015. ”Peningkatan tertinggi diperkirakan masih pada sektor keuangan, real estate, jasa perusahaan, sektor perdagangan, hotel dan restoran,” imbuh dia.

Adapun kegiatan investasi pada kuartal II/2015 melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Kegiatan usaha pada kuartal II/2015 mengalami peningkatan dibandingkan kuartal sebelumnya. Menurut Peter, ekspansi kegiatan usaha terjadi pada hampir seluruh sektor dengan peningkatan tertinggi pada sektor pengangkutan dan komunikasi dengan SBT 3,16%.

Sejalan dengan peningkatan kegiatan usaha, rata-rata kapasitas produksi terpakai pada kuartal II/2015 terjadi pada seluruh sektor, terutama sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2015 berada pada batas bawah di angka sekitar 5%-5,4%.

Kuartal II/2015 nanti BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan kuartal I/2015 yang hanya tumbuh 4,7%. ”Kan sudah tanggal 8 Juli, ternyata kinerja pertumbuhan ekonomi di kuartal II tidak terlalu menggembirakan, mungkin akan ada di kisaran kuartal I/2015,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Rabu (8/7).

Dengan begitu, Indonesia perlu memperhatikan pertumbuhan ekonomi pada semester II/2015 agar sepanjang 2015 bisa mencapai 5-5,4%. Dia melanjutkan, BI juga mewaspadai dan mengantisipasi kondisi ekonomi China akibat penurunan pasar modal China yang telah terjadi selama kurun waktu tiga pekan terakhir.

Menurutnya, koreksi tajam di pasar China bisa berpotensi memengaruhi Indonesia lantaran China merupakan mitra dagang utama Indonesia. ”Kita harus antisipasi karena China jadi pusat perekonomian regional dan dunia,” paparnya.

Kunthi fahmar sandy
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
7 Aturan Usaha Pariwisata...
7 Aturan Usaha Pariwisata dan Hiburan di Jakarta saat Ramadan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved