Angka Pemudik Tahun Ini Diprediksi Mencapai 20 Juta

Senin, 13 Juli 2015 - 05:25 WIB
Angka Pemudik Tahun...
Angka Pemudik Tahun Ini Diprediksi Mencapai 20 Juta
A A A
JAKARTA - Jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 20 juta lebih penumpang baik untuk keberangkatan maupun arus balik pada semua moda angkutan. Angka tersebut meningkat hampir 2% dibanding jumlah pemudik tahun lalu.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, selaku koordinator penyelenggara nasional posko angkutan Lebaran terpadu menyatakan masa operasi angkutan Lebaran tahun 2015 ditambah lebih lama yakni total selama 26 hari sejak H-15 atau per 2 Juli 2015, sampai dengan H+9 atau 27 Juli 2015.

Menurutnya, penambahan masa mudik tersebut, diharapkan bisa lebih mengurai titik-titik kepadatan pada semua moda transportasi. Di sisi lain, penambahan masa mudik tersebut untuk memberikan kesempatan lebih lama kepada moda angkutan laut untuk mengangkut para pemudik.

Ditambah, pada musim mudik tahun ini, masa libur nasional lebih panjang jika dibandingkan dengan tahun lalu, sehingga diprediksi para pemudik bisa lebih awal melaksanakan aktivitas mudik. “Masa libur lebih panjang dibanding tahun ini. Dibanding tahun lalu, saya optimis kepadatan penumpang untuk semua moda transportasi bisa lebih terurai dibanding tahun lalu," ujar Jonan.

Kesiapan moda transportasi baik itu angkutan udara, darat, laut maupun kereta api jauh hari telah dilakukan. Berdasarkan subsektor, transportasi darat misalnya disiapkan 44.871 bus dan 187 kapal ro-ro termasuk tiga kapal ro-ro berukuran besar (5000 GT) yang dioperasikan pada lintas Merak-Bakauheni.

Di subsector Perekretaapian dioperasikan sebanyak 340 rangkaian kereta. Pada subsektor laut dioperasikan 86 kapal perintis dan 74 kapal swasta. Sementara di subsektor perhubungan udara dioperasikan sebanyak 450 pesawat dengan kapasitas 300.000 lebih seat per hari untuk penerbangan domestik maupun internasional.

Mengantisipasi kepadatan pemudik di subsektor darat, termasuk dalam rangka mengurangi angka kecelakaan, Kemenhub juga kembali menyelenggarakan program mudik gratis bagi pengendara sepeda motor untuk ke lima kali berturut-turut dengan pendaftaran melalui sistem online maupun offline.

Sejak pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Juni 2015 hingga 30 juni 2015 baik online maupun offline, sedikitnya 20.000 pendaftar sepeda motor dengan pengangkutan terdiri atas angkutan truk 3.100 unit sepeda motor, angkutan kereta 9000 unti sepeda motor, serta kapal laut banyak 10.000 sepeda motor.

Jonan menegaskan upaya mengantisipasi kepadatan pemudik sangat bergantung pada masing-masing individu penumpang. Artinya, kesadaran para penumpang dalam melakukan mudik lebaran tahun ini bisa diantisipasi dengan melakukan mudik lebih awal.

Selain menyediakan angkutan mudik sepeda motor, langkah lain juga ditempuh dalam rangka meminimalisir kepadatan. Misalnya, di Jalur Pelabuhan Penyebarangan Bakauheni-Merak, pemerintah memberikan diskon tarif bagi penumpang yang berangkat pada siang hari dari Merak ke Bakauheni menuju ke Pulau Sumatera dan sekitarnya.

Tarif malam berlaku dua kali lipat dibanding tarif normal dan berlaku untuk kendaraan roda dua (sepeda motor) maupun kendaraan roda empat (mobil pribadi) yang melintas pada H-4 sampai H-1 lebaran. Pemberlakuan tarif tersebut diharapkan bisa mengurangi 50% kebiasaan pemudik kendaraan yang memilih mudik pada malam hari.

Pemudik Kendaraan Pribadi Meningkat


Pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil maupun motor diprediksi akan meningkat 5,80% (mobil) dan 7,77% untuk sepeda motor atau 1.686.369 pemudik yang menggunakan mobil dan 2.0.22.343 pemudik yang menggunakan sepeda motor. Padahal, jumlah penumpang mudik menggunakan moda transportasi jalan diprediksi turun sekitar 5% dibanding tahun lalu, namun dari sisi armada justru bertambah, terutama penambahan pada sektor angkutan pribadi baik roda dua maupun roda empat.

Pengamat transportasi, Danang Parikesit mengatakan, mengatakan, meningkatnya pemudik kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat disinyalir karena masyarakat menyambut optimis beroperasinya jalur tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116 kilometer dari Arah Jakarta menuju Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Hal ini, mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan pribadi.

Di satu sisi, pemudik sepeda motor beranggapan, jalur Pantai Utara Utara (pantura) Jawa yang selama ini menjadi jalur utama pemudik sepeda motor menganggap bahwa Jalur Pantura tak akan dipadati oleh pemudik roda empat. “Padahal, sebenarnya kondisi tersebut hanya memindahkan titik-titik kepadatan. Dengan kata lain titik-titik kerawanan masih tetap ada,” ucapnya.

Menurut Danang, dibukanya jalur tol Cipali hanya salah satu elemen penunjang. Elemen utama, kata dia yang harus dibenahi ialah manajemen angkutan umun. Caranya, dengan melakukan investasi di sektor ini.

“Tapi investasi di sektor angkutan ini masih susah. Misalnya, bagaimana mengintegrasikan semua moda sehingga masing-masing bisa diandalkan satu sama lain. Ada perhentian di stasiun kereta kemudian dilanjutkan dengan stasiun Bus. Begitu pun sektor angkutan udara dan laut semuanya seharusnya saling terintegrasi dan mendukung satu sama lain,” terangnya.

Alhasil, yang bisa dilakukan pemerintah saat ini masih dengan cara-cara klasik, dengan menyiagakan posko-posko angkutan lebaran dan melibatkan semua stakeholder terkait.

Pada jalur angkutan darat titik-titik kepadatan akan terlihat mulai dari arah Jakarta memasuki jalur Tol Cikampek. Begitupun dari arah Cikopo menuju Palimanan. Penumpukan akan terjadi terutama pada jalur keluar tol.

Khusus ruas Tol Cikopo-Palimanan, antisipasi hanya dilakukan pada penambahan fasilitas rambu. Hal ini mengingat jalur Tol Cikopo-Palimanan merupakan medan lurus yang memungkinkan pengemudi mudah lengah terserang kantuk.

Berdasarkan pantauan SINDO berbagai peringatan dalam bentuk spanduk dibentangkan diantara jembatan jalan penduduk setempat. Jalur Tol Cipali melalui akses keluar menuju Subang, Kalijati, Cikedung, Kertajati serta Sumberjaya. Selanjutnya, para pemudik akan terus hingga ke Palimanan-Kanci dan berkumpul pada pintu masuk menuju Pejagan hingga ke Tegal.

Pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, mengantisipasi membludaknya para pemudik. Salah satunya dengan menambah pintu-pintu tol. Di sisi lain, transaksi juga dipersingkat dari sebelumnya dua kali menjadi satu kali transaksi.

Direktur Utama PT Jasa Marga, Adityawarman mengatakan, sistem tanpa tarif diterapkan pada tol Palimanan-Kanci yang diberlakukan sejak H-7 lebaran. Antisipasi dilakukan dengan cara membebaskan tarif pada satu gerbang tol dari arah Jakarta ke Cirebon.

"Ini berlaku untuk ruas Tol Palimanan-Kanci. Pengguna tol baru membayar atau melakukan transaksi setelah berada di pintu tol Plumbon yakni di Gerbang Tol Ciperna Utama. Biasanya dua kali transaksi menjadi sekali transaksi," ucapnya.

Menurut Adityawarman, pemberlakukan sistem tanpa tarif tersebut, mempertimbangkan dibukanya jalur tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116 kilometer yang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol PT Lintas Marga Sedaya.

"Sistem tanpa tarif tersebut untuk mengurai antrian di pintu tol. Karena ada peningkatan hingga lebih dari tiga kali lipat dari rata-rata per hari kendaraan yang melintasi tol Palikanci ini, karena dibukanya Tol Cipali" ujarnya.

Sejak H-7 atau per 10 Juli 2015, rata-rata kendaraan yang melintasi ruas Tol Palikanci mencapai 30.825 kendaraan. Jika dibanding tahun lalu jumlah kendaraan pada H-7 Lebaran mencapai 27.440 kendaraan atau bertambah sekitar 2000 kendaraan. Diprediksi, puncak arus mudik yang melintasi Tol Palikanci terjadi pada H-2 atau 14 Juli 2015, atau sebanyak 99.528 kendaraan.

Baca juga:

Ekonomi Lesu, Perusahaan Gulung Tikar dan Banyak PHK

HT Ingatkan Pemerintah Jangan Remehkan Ekonomi Lesu

Ekonomi Melemah, Pengusaha Akui Terjadi PHK Massal

Ini Penyebab Pertumbuhan Ekonomi RI Melempem
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lebaran 2026! Pergerakan...
Lebaran 2026! Pergerakan Masyarakat Diprediksi 143,9 Juta Orang, Ini 5 Tujuan Favorit
Daftar GPS yang Bisa...
Daftar GPS yang Bisa Digunakan saat Mudik Tanpa Nyedot Kuota
7 Tips Mudik Aman dan...
7 Tips Mudik Aman dan Nyaman Bersama Anak Menurut Pakar IPB
Pemudik Tahun Ini Diprediksi...
Pemudik Tahun Ini Diprediksi Meningkat, Kuota Mudik Gratis BUMN 2023 Diperbanyak
Tips Mendahului Mobil...
Tips Mendahului Mobil Pemudik Lain agar Selamat Sampai Tujuan
Mudik Lebaran, 3,6 Juta...
Mudik Lebaran, 3,6 Juta Kendaraan Diprediksi Melintasi Tol Jawa dan Sumatera
Berita Terkini
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
34 menit yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
10 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
11 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
13 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
13 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
14 jam yang lalu
Infografis
4 Miliarder Termuda...
4 Miliarder Termuda Dunia, Usia 20 Tahun Punya Harta Rp82 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved