Suku Bunga Acuan Kembali Ditahan di Level 7,5%
Selasa, 14 Juli 2015 - 15:50 WIB
Suku Bunga Acuan Kembali Ditahan di Level 7,5%
A
A
A
JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 7,50%. Keputusan ini dilakukan untuk mencapai sasaran inflasi 4 plus minus 1% pada 2015 dan 2016.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, RDG juga memutuskan untuk menahan suku bunga deposit facility 5,50% dan lending facility pada level 8,00%.
"Keputusan ini diambil untuk mengarahkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat dalam kisaran 2,5% sampai 3% terhadap PDB dalam jangka menengah," ungkapnya di Gedung BI, Selasa (14/7/2015).
Bank Indonesia, lanjut dia, juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah tidak hanya dalam mengendalikan inflasi dan defisit transaksi berjalan, tetapi juga dalam mempercepat stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Untuk itu, kami dari BI, mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat realisasi proyek-proyek infrastruktur dan melanjutkan berbagai kebijakan struktural untuk menumbuhkan optimisme pelaku ekonomi terhadap perbaikan prospek ekonomi Indonesia," pungkasnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, RDG juga memutuskan untuk menahan suku bunga deposit facility 5,50% dan lending facility pada level 8,00%.
"Keputusan ini diambil untuk mengarahkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat dalam kisaran 2,5% sampai 3% terhadap PDB dalam jangka menengah," ungkapnya di Gedung BI, Selasa (14/7/2015).
Bank Indonesia, lanjut dia, juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah tidak hanya dalam mengendalikan inflasi dan defisit transaksi berjalan, tetapi juga dalam mempercepat stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Untuk itu, kami dari BI, mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat realisasi proyek-proyek infrastruktur dan melanjutkan berbagai kebijakan struktural untuk menumbuhkan optimisme pelaku ekonomi terhadap perbaikan prospek ekonomi Indonesia," pungkasnya.
(izz)