Pemerintah Perlu Aktifkan Kembali KEN

Rabu, 22 Juli 2015 - 10:35 WIB
Pemerintah Perlu Aktifkan...
Pemerintah Perlu Aktifkan Kembali KEN
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi di semester kedua diperkirakan masih melambat. Daya beli masyarakat pun diprediksi bakal turun pasca-Lebaran.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pemberdayaan Daerah/ Bulog Natsir Mansyur memperkirakan, daya beli masyarakat setelah Lebaran akan turun sekitar 15-20% meski sempat naik menjelang Lebaran. ”Daya beli naik hanya pas Lebaran tapi setelah Lebaran turun lagi. Tahun lalu setelah Lebaran masih bagus karena ekonomi makro kita masih bagus. Sekarang ekonomi makro dan mikro kita belum stabil,” ujarnya di Jakarta pekan lalu.

Natsir melanjutkan, penurunan daya beli setelah Lebaran tentu akan berdampak pada sektor industri, terutama industri sandang. ”Oleh karena itu, pertumbuhan industri harus dijaga agar tidak terjadi pengurangan jam kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK),” katanya. Ke depan, lanjut Natsir, konsumsi harus digenjot kemudian efisiensi ekonomi nasional juga harus dirapikan. ”Kita harus kerja keras,” imbuhnya.

Dia menuturkan, Kadin telah meminta agar pemerintah mengaktifkan kembali Komite Ekonomi Nasional (KEN) sebagai katalisator antara pemerintah dan pengusaha yang dulunya berfungsi sebagai wadah untuk membahas masalah pengusaha dan kebijakan pemerintah yang tumpang tindih.

”Dalam membuat kebijakan, jangan sampai setiap kementerian tidak mengajak dunia usaha. Hal itu membuat konsistensi kebijakan pemerintah menjadi jelek,” ungkapnya.

Secara terpisah, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan bahwa berbagai langkah sudah dilakukan untuk mengatasi perlambatan ekonomi ini. Salah satunya adalah berkoordinasi dengan dunia usaha sehingga langkah-langkah yang diambil bisa sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. ”Yang paling utama adalah kita menginginkan agar industri di dalam negeri terus tumbuh, salah satunya bagaimana kita dapat menghambat barangbarang yang masuk secara ilegal,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Saleh, pihaknya juga berjuang agar menurunkan harga energi agar industri di dalam negeri dapat bersaing. ”Tentu dengan biaya energi, misalnya harga gas, listrik, jika dibandingkan negara tetangga, perbandingannya cukup jauh. Untuk dapat bersaing, harus memiliki harga yang tidak jauh berbeda dengan negara te-tangga kita,” jelasnya.

Saleh melanjutkan, masalah bunga bank yang cukup tinggi dibandingkan negara tetangga juga membuat industri di dalam negeri kalah bersaing. ”Kami sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mencari formula yang tepat,” imbuhnya. Dia menambahkan, meski kuartal I terjadi perlambatan ekonomi, pihaknya masih optimistis target pertumbuhan industri tahun ini sebesar 6,3%- 6,8% akan tercapai.

”Salah satunya kita bersama dengan dunia usaha tidak membuat aturanaturan yang memberatkan. Bagaimanapun, kita harus membuat dunia usaha kondusif dan happy agar industri kita bisa maju,” tandasnya.

Oktiani endarwati
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
7 menit yang lalu
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
28 menit yang lalu
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
42 menit yang lalu
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
54 menit yang lalu
MNC Bank Jambi Serahkan...
MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat
1 jam yang lalu
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
1 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved