Pertalite Akan Diuji di Jateng-DIY Bulan Depan
Selasa, 28 Juli 2015 - 19:06 WIB
Pertalite Akan Diuji di Jateng-DIY Bulan Depan
A
A
A
SEMARANG - Kota-kota besar seperti Yogyakarta, Solo dan Semarang (Joglosemar) akan menjadi wilayah utama yang dibidik PT Pertamina Region IV Jawa Tengah dan DIY untuk memasarkan produk BBM baru pertalite. Rencanya uji pasar untuk wilayah Jateng dan DIY akan dilakukan pada Agustus.
General Manager PT Pertamina MOR IV Kusnendar mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menuggu hasil dari uji pasar yang dilakukan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. "Untuk uji pasar nanti kita akan fokuskan dulu di kota-kota besar," katanya, Senin (28/7/2015).
Kusnendar mengaku, sebelum mulai melakukan distribusi pertalite, Pertamin MOR IV akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada pengusaha SPBU dan juga masyarakat. Rencananya pekan depan pihaknya akan melakukan sosialisasi.
"Saat ini kita masih pemetaan, SPBU mana yang akan kita tunjuk untuk uji pasar. Uji pasar dilakukan untuk melihat daya beli masyarakat," ucap dia.
External Relation Pertamina IV Jateng-DIY, Robert MV Dumatubun menambahkan, dirinya berharap pada uji pasar di Jawa Tengah dan DIY mendapatkan respon positif dari masyarakat sebagaimana respon di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Saat ini, kata dia, belum bisa memastikan berapa SPBU yang akan dipakai untuk uji pasar. Namun, paling tidak bulan depan atau tepatnya Agustus di Jateng-DIY sudah bisa melaksanakan uji pasar pertalite.
"Pertalite ke depan akan menjadi alternatif BBM baru bagi konsumen di Jateng-DIY. Karena memiliki beberapa kelebihan, yakni nilai oktan pertalite 90 lebih tinggi dari premium yang hanya 88. Kemudian, lebih ramah lingkungan, dan dapat digunakan untuk jarak tempuh yang lebih jauh," katanya.
Kendati pertalite akan dipasarkan, semua produk seperti premium, pertamax, dan pertamax plus juga tetap akan dipasarkan. "Pertalite dipasarkan bukan untuk mengganti premium. Kami berharap adanya pertalite, premium tidak dicabut. Sebab pertalite ini murni produk Pertamina dan tidak berpengaruh kebijakannya dengan premium," tandas Kusnendar.
General Manager PT Pertamina MOR IV Kusnendar mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menuggu hasil dari uji pasar yang dilakukan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. "Untuk uji pasar nanti kita akan fokuskan dulu di kota-kota besar," katanya, Senin (28/7/2015).
Kusnendar mengaku, sebelum mulai melakukan distribusi pertalite, Pertamin MOR IV akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada pengusaha SPBU dan juga masyarakat. Rencananya pekan depan pihaknya akan melakukan sosialisasi.
"Saat ini kita masih pemetaan, SPBU mana yang akan kita tunjuk untuk uji pasar. Uji pasar dilakukan untuk melihat daya beli masyarakat," ucap dia.
External Relation Pertamina IV Jateng-DIY, Robert MV Dumatubun menambahkan, dirinya berharap pada uji pasar di Jawa Tengah dan DIY mendapatkan respon positif dari masyarakat sebagaimana respon di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Saat ini, kata dia, belum bisa memastikan berapa SPBU yang akan dipakai untuk uji pasar. Namun, paling tidak bulan depan atau tepatnya Agustus di Jateng-DIY sudah bisa melaksanakan uji pasar pertalite.
"Pertalite ke depan akan menjadi alternatif BBM baru bagi konsumen di Jateng-DIY. Karena memiliki beberapa kelebihan, yakni nilai oktan pertalite 90 lebih tinggi dari premium yang hanya 88. Kemudian, lebih ramah lingkungan, dan dapat digunakan untuk jarak tempuh yang lebih jauh," katanya.
Kendati pertalite akan dipasarkan, semua produk seperti premium, pertamax, dan pertamax plus juga tetap akan dipasarkan. "Pertalite dipasarkan bukan untuk mengganti premium. Kami berharap adanya pertalite, premium tidak dicabut. Sebab pertalite ini murni produk Pertamina dan tidak berpengaruh kebijakannya dengan premium," tandas Kusnendar.
(izz)
Lihat Juga :