Ini Penyebab Produk Batik Indonesia Diklaim Negara Lain

Kamis, 30 Juli 2015 - 18:21 WIB
Ini Penyebab Produk...
Ini Penyebab Produk Batik Indonesia Diklaim Negara Lain
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rahardi Ramelan menuturkan, belum adanya kesepakatan mengenai definisi batik menjadi salah satu penyebab produk batik Indonesia kerap diklaim negara lain.

Dia menjelaskan, batik sejatinya merupakan sebuah proses kerajinan dengan mencelupkan tinta warna pada kain. Namun, dalam Undang-undang (UU) hak cipta justru mendefinisikan lain bahwa yang disebut batik adalah motif.

"‎Di UU hak cipta yang baru agak lain. Yang disebut batik itu motifnya tradisional (yang dimiliki negara), dan batik kontemporer. Jadi di kita belum ada kesepakatan batik itu apa," katanya di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (30/7/2015).

Menurutnya, untuk menghadapi negara yang mengklaim batik sebagai produk buatannya, maka Indonesia perlu mengembalikan terlebih dahulu definisi soal batik. Sebab, yang diklaim negara lain terhadap batik adalah tekstil bermotif seperti batik.

"Karena kita tidak tahu batik sekarang bagaimana berkembangnya. Bagaimana memberikan batasannya itu agak susah. Jadi kita yang harus lebih gencar bahwa batik itu proses tadi. Batik hanya boleh disebut batik, jika melalui proses celup. Yaitu batik tulis, batik cap, dan kombinasi," imbuh dia.

Mantan Kepala Bulog ini menjeaskan, saat ini industri tekstil sudah semakin berkembang dengan hadirnya tekstil printing yang bisa menggambarkan motif batik. Bahkan, tekstil printing tersebut sudah beranak pinah di Tanah Air.

Kain serupa batik yang dihasilkan dari tekstil printing dibanderol dengan harga lebih murah dibanding batik asli seperti batik tulis atau batik cap.

"‎Ini yang sangat mengganggu perajin kita. Batik itu termasuk craft, yang dihasilkan perajin.‎ Saat ini yang jadi masalah soal harga dan pilihan. ‎Batik cap harganya lumayan, tapi yang printing tekstil harganya murah," pungkas Rahardi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pekan Raya Sulsel Ajang...
Pekan Raya Sulsel Ajang Promosi Produk Unggulan Pemkab Luwu Utara
Batik Tulis Pamekasan...
Batik Tulis Pamekasan Menuju Kancah Dunia, Sandiaga: Bangga!
Penampakan Istri Bupati...
Penampakan Istri Bupati Trenggalek Blusukan Jualan Batik Produk UMKM
Twibbon Berhadiah Menarik...
Twibbon Berhadiah Menarik untuk Menyambut Hari Batik Nasional
Bupati Sleman Tegaskan...
Bupati Sleman Tegaskan ASN Harus Jadi Contoh Gunakan Produk Lokal
Jadi Warisan Budaya,...
Jadi Warisan Budaya, Berikut Modifikasi Batik Elegan Terfavorit
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved