Jokowi Beberkan Alasan MRT Tak Dibangun 26 Tahun Lalu
Senin, 21 September 2015 - 14:38 WIB
Jokowi Beberkan Alasan MRT Tak Dibangun 26 Tahun Lalu
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan alasan terkait pembangunan mass rapid transit (MRT) yang tidak bisa dibangun sejak 26 tahun lalu.
Dia mengungkapkan, hal ini lantaran semua pihak, baik pemerintah ataupun pengembang selalu memikirkan untung dan rugi. Menurutnya, semua hal yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur tidak bisa ditunda. Pasalnya, penundaan justru akan menyebabkan ongkosnya semakin mahal.
"Contohnya MRT, 26 tahun tidak diputuskan, kenapa? Karena selalu yang dihitung adalah untung dan rugi," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (21/9/2015).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, dihitung dan dijelaskan dengan cara apapun proyek infrastruktur memang tidak akan pernah menguntungkan. Seharusnya, kata dia, para pihak memperhitungkan manfaat yang didapat untuk masyarakat, dan kota Jakarta.
"Oleh sebab itu, saat saya jadi gubernur beberapa kali pertemuan, saya putuskan untuk langsung dikerjakan. Kenapa seperti itu? Dengan meeting berapa kalipun angkanya akan seperti itu terus, tidak akan berubah," tutur dia.
Mantan Wali Kota Solo ini menambahkan, keputusan pembangunan proyek MRT sejatinya keputusan politis dan tidak bisa dihitung secara untung rugi. Kendati di awal perencanaan kerap mendapat penolakan lantaran takut macet, namun pada akhirnya pengerjaan berjalan lancar.
"Alhamdulilah sekarang bisa kita lihat proses pengerjaannya sangat bagus. Yang dulu semua demo-demo, takut kalau ini dikerjakan pasti ada macet di mana-mana, ternyata dengan manajemen yang baik, dengan manajemen traffic yang baik juga tidak ada apa-apa," tandasnya.
Dia mengungkapkan, hal ini lantaran semua pihak, baik pemerintah ataupun pengembang selalu memikirkan untung dan rugi. Menurutnya, semua hal yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur tidak bisa ditunda. Pasalnya, penundaan justru akan menyebabkan ongkosnya semakin mahal.
"Contohnya MRT, 26 tahun tidak diputuskan, kenapa? Karena selalu yang dihitung adalah untung dan rugi," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (21/9/2015).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, dihitung dan dijelaskan dengan cara apapun proyek infrastruktur memang tidak akan pernah menguntungkan. Seharusnya, kata dia, para pihak memperhitungkan manfaat yang didapat untuk masyarakat, dan kota Jakarta.
"Oleh sebab itu, saat saya jadi gubernur beberapa kali pertemuan, saya putuskan untuk langsung dikerjakan. Kenapa seperti itu? Dengan meeting berapa kalipun angkanya akan seperti itu terus, tidak akan berubah," tutur dia.
Mantan Wali Kota Solo ini menambahkan, keputusan pembangunan proyek MRT sejatinya keputusan politis dan tidak bisa dihitung secara untung rugi. Kendati di awal perencanaan kerap mendapat penolakan lantaran takut macet, namun pada akhirnya pengerjaan berjalan lancar.
"Alhamdulilah sekarang bisa kita lihat proses pengerjaannya sangat bagus. Yang dulu semua demo-demo, takut kalau ini dikerjakan pasti ada macet di mana-mana, ternyata dengan manajemen yang baik, dengan manajemen traffic yang baik juga tidak ada apa-apa," tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :