Harga Minyak Jatuh karena Aksi Ambil Untung
Selasa, 22 September 2015 - 09:52 WIB
Harga Minyak Jatuh karena Aksi Ambil Untung
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah jatuh pada Selasa karena para pedagang melakukan aksi ambil untung setelah menguat 4% pada sesi sebelumnya.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada USD46,20/barel, turun 48 sen atau 1% dari penutupan terakhir. Sementara minyak Brent berada di USD48,47/barel, turun 45 sen.
Anjloknya harga minyak terjadi setelah reli pada hari Senin, dengan minyak mentah AS melonjak lebih dari 4% di tengah tanda-tanda menurunnya stok minyak lantaran berkurangnya aktivitas pengeboran, yang memberi petunjuk bahwa produksi minyak masa depan akan lebih rendah.
Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan bahwa persediaan minyak mentah AS secara keseluruhan turun 2,1 juta barel pada pekan lalu.
Indikator pasar secara teknis menunjuk ke arah kenaikan harga lebih lanjut. Analis Reuters Wang Tao melihat Brent akan naik ke USD49,70/barel, sementara WTI bisa menguat ke USD47,78/barel.
Namun banyak analis memperkirakan bahwa harga minyak masih memiliki ruang untuk jatuh, dengan beberapa bank termasuk Goldman Sachs dan ANZ merevisi perkiraan harga ke bawah bulan ini.
"Kami berpikir bahwa WTI akan diperdagangkan turun ke bawah USD40/barel selama enam bulan ke depan, sebelum mengalami kendala dalam sisi penawaran," kata ANZ Bank dalam revisi perkiraan terbaru yang dipublikasikan pekan ini, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (22/9/2015).
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada USD46,20/barel, turun 48 sen atau 1% dari penutupan terakhir. Sementara minyak Brent berada di USD48,47/barel, turun 45 sen.
Anjloknya harga minyak terjadi setelah reli pada hari Senin, dengan minyak mentah AS melonjak lebih dari 4% di tengah tanda-tanda menurunnya stok minyak lantaran berkurangnya aktivitas pengeboran, yang memberi petunjuk bahwa produksi minyak masa depan akan lebih rendah.
Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan bahwa persediaan minyak mentah AS secara keseluruhan turun 2,1 juta barel pada pekan lalu.
Indikator pasar secara teknis menunjuk ke arah kenaikan harga lebih lanjut. Analis Reuters Wang Tao melihat Brent akan naik ke USD49,70/barel, sementara WTI bisa menguat ke USD47,78/barel.
Namun banyak analis memperkirakan bahwa harga minyak masih memiliki ruang untuk jatuh, dengan beberapa bank termasuk Goldman Sachs dan ANZ merevisi perkiraan harga ke bawah bulan ini.
"Kami berpikir bahwa WTI akan diperdagangkan turun ke bawah USD40/barel selama enam bulan ke depan, sebelum mengalami kendala dalam sisi penawaran," kata ANZ Bank dalam revisi perkiraan terbaru yang dipublikasikan pekan ini, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (22/9/2015).
(rna)
Lihat Juga :