Ekonomi Indonesia Butuh Obat Kuat

Senin, 28 September 2015 - 16:09 WIB
Ekonomi Indonesia Butuh...
Ekonomi Indonesia Butuh Obat Kuat
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan‎ mengatakan, ekonomi Indonesia saat ini sangat membutuhkan obat kuat untuk merangsang pertumbuhan dalam negeri menjadi lebih baik.

Apalagi, lanjut dia, saat ini sedang marak tren pemutusan hubungan kerja (PHK) atau merumahkan pegawai yang dilakukan oleh beberapa perusahaan industri.

"Memang saat ini, ekonomi Indonesia butuh obat kuat untuk merangsang pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik. Salah satunya deregulasi yang tidak melulu berfokus pada perusahaan-perusahaan baru saja," katanya di Jakarta, Senin (28/9/2015).

Yukki melihat, lewat deregulasi yang diluncurkan pemerintah, yang terfokus hanya untuk perusahaan-perusahaan baru. Perusahaan existing yang sudah berdiri sebelumnya tidak terlalu diperhatikan.

"Saya juga lihat beberapa hal di deregulasi ini kan buat perusahan-perusahaan baru saja. Menurut saya, deregulasi ini seharusnya juga untuk perusahaan-perusahaan yang eksisting. Mereka harus diberikan paketnya. Misalnya, pajaknya jangan setahun lah, dua tahun mungkin bisa. Nanti dilihat lagi industrinya. Karena saat ini, setiap orang, setiap industri butuh bantuan dan dukungan dari pemerintah saat ini," terang dia.

Menurutnya, juga jangan sampai jika deregulasi dan aturannya sudah dibuat, terutama untuk investasi, proses pengurusannya masih lama, sehingga membutuhkan waktu panjang.

"Kalau ngurus izinnya masih lama ya sama saja. Akan terjadi hambatan. Makannya obat kuat itu kita butuhkan. Tentunya bukan hanya kuat, tapi cepat efeknya dan tepat sasaran," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
16 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
10 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved