Jokowi Berharap Paket Ekonomi September II Lebih Nendang
Senin, 28 September 2015 - 20:38 WIB
Jokowi Berharap Paket Ekonomi September II Lebih Nendang
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap paket kebijakan ekonomoi tahap II (September II) yang akan diumumkan besok lebih 'nendang' dibanding paket September I. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung usai bertemu Jokowi.
"Yang jelas begini, apa yang akan dumumkan mudah-mudahan akan bisa dalam bahasa beliau (Jokowi) nendang. Ini bahasanya Presiden nendang bagi dunia usaha," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2015).
Menurut Pramono, paket kebijakan ekonomi tahap II dikeluarkan untuk menekan tingginya angka pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta terkaparnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
"Besok dipersiapkan mengenai waktunya tentunya segera disampaikan. Intinya dua hal tadi, bagaimana membuat kita semakin ramah semakin terbuka bagi dunia usaha, waktu pengurusan perizinannya makin pendek. Kedua adalah membuka ruang agar lapangan kerja kita terbuka makin kompetitif bagi dunia usaha," terangnya.
Politisi PDI-Perjuangan ini menuturkan, paket kebijakan ekonomi tahap II ini sedianya merupakan kelanjutan dari paket ekonomi tahap I yang terus mendorong dunia usaha.
"Kalau dilihat peraturannya banyak sekali. Tetapi yang paling utama dalam waktu dekat yang akan diumumkan hal-hal yang berprinsip mempunyai dampak besar terhadap dunia usaha," pungkasnya.
Baca juga:
Jokowi Akan Kembali Luncurkan Paket Kebijakan Ekonomi Besok
Ekonomi Indonesia Butuh Obat Kuat
Ini Tiga Paket Kebijakan Ekonomi September I Jokowi
"Yang jelas begini, apa yang akan dumumkan mudah-mudahan akan bisa dalam bahasa beliau (Jokowi) nendang. Ini bahasanya Presiden nendang bagi dunia usaha," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2015).
Menurut Pramono, paket kebijakan ekonomi tahap II dikeluarkan untuk menekan tingginya angka pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta terkaparnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
"Besok dipersiapkan mengenai waktunya tentunya segera disampaikan. Intinya dua hal tadi, bagaimana membuat kita semakin ramah semakin terbuka bagi dunia usaha, waktu pengurusan perizinannya makin pendek. Kedua adalah membuka ruang agar lapangan kerja kita terbuka makin kompetitif bagi dunia usaha," terangnya.
Politisi PDI-Perjuangan ini menuturkan, paket kebijakan ekonomi tahap II ini sedianya merupakan kelanjutan dari paket ekonomi tahap I yang terus mendorong dunia usaha.
"Kalau dilihat peraturannya banyak sekali. Tetapi yang paling utama dalam waktu dekat yang akan diumumkan hal-hal yang berprinsip mempunyai dampak besar terhadap dunia usaha," pungkasnya.
Baca juga:
Jokowi Akan Kembali Luncurkan Paket Kebijakan Ekonomi Besok
Ekonomi Indonesia Butuh Obat Kuat
Ini Tiga Paket Kebijakan Ekonomi September I Jokowi
(dmd)
Lihat Juga :