Harga Minyak Dunia Tetap Rendah Terseret Sentimen Asia
Selasa, 29 September 2015 - 09:53 WIB
Harga Minyak Dunia Tetap Rendah Terseret Sentimen Asia
A
A
A
JAKARTA - Harga minyak dunia tetap rendah pada awal perdagangan Asia hari ini setelah turun hampir 3% pada sesi sebelumnya, terseret kecemasan atas kesehatan ekonomi Asia dan produksi yang tetap tinggi.
Minyak mentah berjangka Brent berada di USD47,31/barel, turun 3 sen dari penutupan terakhir, menyusul penurunan lebih dari 2,5% pada Senin. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berada di USD44,44/barel, hampir tidak berubah dari penutupan terakhir.
Harga minyak, bersama dengan sebagian besar komoditas lainnya telah jatuh tajam baru-baru ini, dengan minyak mentah berjangka kehilangan hampir 60% sejak Juni 2014.
"Keuntungan perusahaan industri China menurun 8,8% pada Agustus dari tahun sebelumnya, dengan koreksi terbesar terkonsentrasi di produsen batu bara, minyak dan logam," kata ANZ, seperti dilansir dari CNBC, Selasa (29/9/2015).
Menurut ANZ, penurunan marjin cenderung menambah tekanan deflasi global, di mana penurunan permintaan domestik memaksa perusahaan untuk mengekspor deflasi ke seluruh dunia.
Sementara Wakil Menteri Sumber Daya Alam dan Ekologi Rusia Denis Khramov mengatakan, produksi minyak Rusia pada tahun ini diperkirakan akan meningkat sedikit dari tahun lalu menjadi 526 juta ton atau 10.560.000 barel per hari (bph). Jumlah itu naik 1 juta ton dari tahun lalu, namun lebih rendah dari perkiraan Kementerian Ekonomi Rusia sebanyak 530,5 juta ton.
Rusia maupun produsen utama Timur Tengah dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang sejauh ini bersedia untuk menahan produksi dalam mendukung harga.
Minyak mentah berjangka Brent berada di USD47,31/barel, turun 3 sen dari penutupan terakhir, menyusul penurunan lebih dari 2,5% pada Senin. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berada di USD44,44/barel, hampir tidak berubah dari penutupan terakhir.
Harga minyak, bersama dengan sebagian besar komoditas lainnya telah jatuh tajam baru-baru ini, dengan minyak mentah berjangka kehilangan hampir 60% sejak Juni 2014.
"Keuntungan perusahaan industri China menurun 8,8% pada Agustus dari tahun sebelumnya, dengan koreksi terbesar terkonsentrasi di produsen batu bara, minyak dan logam," kata ANZ, seperti dilansir dari CNBC, Selasa (29/9/2015).
Menurut ANZ, penurunan marjin cenderung menambah tekanan deflasi global, di mana penurunan permintaan domestik memaksa perusahaan untuk mengekspor deflasi ke seluruh dunia.
Sementara Wakil Menteri Sumber Daya Alam dan Ekologi Rusia Denis Khramov mengatakan, produksi minyak Rusia pada tahun ini diperkirakan akan meningkat sedikit dari tahun lalu menjadi 526 juta ton atau 10.560.000 barel per hari (bph). Jumlah itu naik 1 juta ton dari tahun lalu, namun lebih rendah dari perkiraan Kementerian Ekonomi Rusia sebanyak 530,5 juta ton.
Rusia maupun produsen utama Timur Tengah dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang sejauh ini bersedia untuk menahan produksi dalam mendukung harga.
(rna)
Lihat Juga :