Neraca Perdagangan September Surplus Meski Ekspor-Impor Susut

Kamis, 15 Oktober 2015 - 12:25 WIB
Neraca Perdagangan September...
Neraca Perdagangan September Surplus Meski Ekspor-Impor Susut
A A A
JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia September 2015 mencatat surplus USD1,02 miliar atau Rp16,2 triliun (kurs Rp13.500/USD). Angka ini berasal dari ekspor Indonesia sebesar USD12,53 miliar atau turun 1,55% dibanding Agustus 2015, sedangkan impor ‎mencapai USD11,51 miliar atau susut 7,16% dibandingkan Agustus 2015.

‎Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, ekspor minyak dan gas (migas) Indonesia September 2015 migas turun 5,20% atau sebesar USD1,45 miliar dibanding Agustus yang USD1,53 miliar. Sedangkan untuk nonmigas turun 1,06% atau USD11,08 miliar dari USD11,20 miliar.

"Ada perbedaan antara September dan Agustus, yaitu jumlah harinya. Kalau Agustus itu 31 hari, September 30 hari. Itu sangat berarti selisih sehari saja untuk neraca perdagangan kita. Tapi ternyata kita masih bisa surplus sampai USD1,02 miliar," kata Suryamin di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (15/10/2015)

Untuk total ekspor Januari-September 2015 secara year on year (yoy) sebesar USD115,07 miliar atau turun 13,29%‎. Untuk ekspor nonmigas Januari-September 2015 sebesar USD100,70 miliar atau turun 7,87% yoy.

"Share terbesar kita untuk ekspor adalah lemak dan minyak hewan nabati sebesar USD14,06 miliar dan bahan bakar mineral USD12,50 miliar," imbuhnya.

Untuk pangsa pasar nomigas Januari-September 2015 terbesar pertama adalah Amerika Serikat USD11,61 miliar (11,54%) atau turun 2,15%,‎ kedua China USD9,92 miliar (9,85p) atau turun 21,17% dan ketiga Jepang USD9,87 miliar (9,80%) atau turun 7,86%‎.

"Untuk ekspor nonmi‎gas ke ASEAN sendiri sebesar USD20,64 miliar atau 20,50% dan ‎Uni Eropa USD11,22 miliar atau 11,14%," ‎katanya.

Untuk impor September saja, porsinya ‎untuk migas turun 9,29% dari USD2,11 miliar ke USD1,91 miliar, sedangkan untuk nonmigas‎ turun 6,72% atau dari USD 10,29 miliar ke USD9,60 miliar.

‎Total impor Januari-September 2015 sebesar USD107,94 miliar atau turun 19,67% secara yoy dan impor nonmigas Januari-September sebesar USD88,53 miliar atau turun 12,65%.

"Untuk share yang terbesar mesin dan peralatan mekanik sebesar USD16,69 miliar, ‎mesin dan peralatan listrik USD11,47 miliar," imbuh Suryamin.‎

Pangsa pasar impor Indonesia terbesar untuk September 2015 masih dipegang oleh China sebesar USD21,49 miliar (24,28%) atau turun 4,10‎, Jepang USD10,20 miliar (11,52%) turun 21,48‎% dan Singapura USd 6,64 miliar (7,50%) atau‎ turun 13,36%.‎

"Untuk impor nonmigas ASEAN sebesar USD19,47 miliar (21,99%). Untuk Uni Eropa sebesar USD8,48 miliar atau 9,48%poir nonmigas AASEAN sebesar USD19,47 miliar (21,99%)," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Neraca Perdagangan Surplus,...
Neraca Perdagangan Surplus, Pemerintah Respon Positif
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
58 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved