Diguyur Dana PMN Rp10 Triliun, Ini yang Akan Dilakukan PLN
Kamis, 15 Oktober 2015 - 13:57 WIB
Diguyur Dana PMN Rp10 Triliun, Ini yang Akan Dilakukan PLN
A
A
A
PURWAKARTA - PT PLN (Persero) mendapat alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016 sebesar Rp10 triliun. Alokasi ini merupakan yang terbesar dibanding perusahaan pelat merah lainnya.
Lantas apa yang akan dilakukan PLN dengan dana fantastis tersebut? Direktur Bisnis Regional Jawa Barat PLN, Nasri Sebayang mengungkapkan, dana itu akan dianggarkan untuk pembangunan transisi gardu dan pembangkit listrik. (Baca: PLTA Cirata Terbesar di Asia Tenggara)
"Akan dianggarkan ke transisi gardu dan pembangkit listrik (PMN Rp1 triliun)," ujarnya di PLTS Cirata, Purwakarta, Kamis (15/10/2015).
Pada akhir tahun, lanjut Nasri, BUMN kelistrikan ini berencana membangun beberapa pembangkit, di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Expansion, PLTU Gelati, dan PLTU Muara Karang. (Baca: PLN Resmikan Pengoperasian PLTS Cirata)
"Akhir tahun ini PLTU Lontar Expansion, PLTU Gelati, kemudian PLTU di Muara Karang, Priok dan banyak. Nanti kita lihat lah," jelasnya. (Baca: Bangun PLTA Cisokan, PLN Raih Pinjaman Bank Dunia Rp9,5 T)
Seperti diketahui, dari data Nota Keuangan dan RAPBN 2016, pemerintah menganggarkan pagu PMN untuk BUMN Rp39,42 triliun dari total suntikan modal yang dialokasikan tahun depan senilai Rp48,2 triliun. Khusus untuk perusahaan pelat merah di bawah Kementerian BUMN, nilai suntikan modal tunai Rp28,75 triliun dan nontunai Rp2,5 triliun.
Berikut rincian PMN untuk BUMN pada RAPBN 2016 sebesar Rp39,42 triliun, dalam bentuk tunai:
1. Perum Bulog Rp2 triliun
2. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Rp500 miliar
3. PT SMI (Persero) Rp5 triliun
4. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Rp1 triliun
5. PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Rp1 triliun
6. PT Hutama Karya (Persero) Rp3 triliun
7. PT Wijaya Karya Tbk Rp3 triliun
8. PT Pembangunan Perumahan Tbk Rp2 triliun
9. PT Angkasa Pura II (Persero) Rp2 triliun
10. PT Jasa Marga Tbk Rp1,25 triliun
11. PT PLN (Persero) Rp10 triliun
12. PT Geo Dipa Energi (Persero) Rp1,16 triliun
13. PT Krakatau Steel Tbk Rp1,5 triliun
14. PT Industri Kereta Api (Persero) Rp1 triliun
15. PT Barata Indonesia (Persero) Rp500 miliar
16. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Rp500 miliar‎
17. PT Askrindo (Persero) Rp500 miliar
18. Perum Jamkrindo Rp500 miliar
19. PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) Rp500 miliar
PMN untuk BUMN yang diberikan secara nontunai:
20. PT Perikanan Nusantara (Persero) Rp29,4 miliar
21. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Rp692,5 miliar
22. Perum Perumnas Rp235,4 miliar
23. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Rp564,8 miliar
24. PT Amarta Karya (Persero) Rp32,1 miliar
25. PT Krakatau Steel Rp956,5 miliar
Lantas apa yang akan dilakukan PLN dengan dana fantastis tersebut? Direktur Bisnis Regional Jawa Barat PLN, Nasri Sebayang mengungkapkan, dana itu akan dianggarkan untuk pembangunan transisi gardu dan pembangkit listrik. (Baca: PLTA Cirata Terbesar di Asia Tenggara)
"Akan dianggarkan ke transisi gardu dan pembangkit listrik (PMN Rp1 triliun)," ujarnya di PLTS Cirata, Purwakarta, Kamis (15/10/2015).
Pada akhir tahun, lanjut Nasri, BUMN kelistrikan ini berencana membangun beberapa pembangkit, di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Expansion, PLTU Gelati, dan PLTU Muara Karang. (Baca: PLN Resmikan Pengoperasian PLTS Cirata)
"Akhir tahun ini PLTU Lontar Expansion, PLTU Gelati, kemudian PLTU di Muara Karang, Priok dan banyak. Nanti kita lihat lah," jelasnya. (Baca: Bangun PLTA Cisokan, PLN Raih Pinjaman Bank Dunia Rp9,5 T)
Seperti diketahui, dari data Nota Keuangan dan RAPBN 2016, pemerintah menganggarkan pagu PMN untuk BUMN Rp39,42 triliun dari total suntikan modal yang dialokasikan tahun depan senilai Rp48,2 triliun. Khusus untuk perusahaan pelat merah di bawah Kementerian BUMN, nilai suntikan modal tunai Rp28,75 triliun dan nontunai Rp2,5 triliun.
Berikut rincian PMN untuk BUMN pada RAPBN 2016 sebesar Rp39,42 triliun, dalam bentuk tunai:
1. Perum Bulog Rp2 triliun
2. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Rp500 miliar
3. PT SMI (Persero) Rp5 triliun
4. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Rp1 triliun
5. PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Rp1 triliun
6. PT Hutama Karya (Persero) Rp3 triliun
7. PT Wijaya Karya Tbk Rp3 triliun
8. PT Pembangunan Perumahan Tbk Rp2 triliun
9. PT Angkasa Pura II (Persero) Rp2 triliun
10. PT Jasa Marga Tbk Rp1,25 triliun
11. PT PLN (Persero) Rp10 triliun
12. PT Geo Dipa Energi (Persero) Rp1,16 triliun
13. PT Krakatau Steel Tbk Rp1,5 triliun
14. PT Industri Kereta Api (Persero) Rp1 triliun
15. PT Barata Indonesia (Persero) Rp500 miliar
16. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Rp500 miliar‎
17. PT Askrindo (Persero) Rp500 miliar
18. Perum Jamkrindo Rp500 miliar
19. PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) Rp500 miliar
PMN untuk BUMN yang diberikan secara nontunai:
20. PT Perikanan Nusantara (Persero) Rp29,4 miliar
21. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Rp692,5 miliar
22. Perum Perumnas Rp235,4 miliar
23. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Rp564,8 miliar
24. PT Amarta Karya (Persero) Rp32,1 miliar
25. PT Krakatau Steel Rp956,5 miliar
(dmd)
Lihat Juga :