Pusat Pembangunan Jokowi Sama dengan Pendahulunya

Jum'at, 16 Oktober 2015 - 16:37 WIB
Pusat Pembangunan Jokowi...
Pusat Pembangunan Jokowi Sama dengan Pendahulunya
A A A
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian menilai bahwa fokus pembangunan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) saat ini sama dengan pemerintah sebelumnya, yakni menganut Jawa sentris atau masih terpusat di pulau Jawa.

Menurutnya, hal ini akan memperlebar kesenjangan dan kemiskinan di setiap daerah karena pembangunan daerah terkesan tidak diperhatikan pemerintah.

"Dari dulu, sejak zaman Gus Dur, Megawati, SBY, dan sekarang Jokowi, pembangunan kita fokusnya masih menganut paham Jawa Sentris. Saat ini, Jawa mendominasi pembangunan Indonesia sebesar 57,9% (hingga akhir tahun 2014)," ujarnya di Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Sementara di Sumatera hingga 2014 pembangunannya baru 22%, Bali Nusa Tenggara 2,9%, Kalimantan 9,1%, Sulawesi 5,6% dan Maluku serta Papua 2,5%. Kenyataan ini akan membawa dampak buruk bagi Indonesia.

"Karena dengan kenyataan tersebut, enggak heran kalau tercetus gerakan Aceh ingin merdeka, terus Papua juga ingin merdeka. Ini karena apa? Karena pembangunan di sana tidak sama dengan di Jawa. Di Jawa lebih sejahtera, lebih maju. Sedangkan di daerah pembangunannya masih minim," tutur Dzul.

Dia mengatakan jika dibanding dengan pemerintahan Presiden Soeharto, pemerintahan sekarang lebih terkesan membiarkan gap lebar antara si kaya dan si miskin. Dzul melihat, ini dibuktikan dengan paham Jawa sentris tadi.

"Zaman Soeharto dulu memang lebih otoriter. Tapi setidaknya, dulu Pak Soeharto bisa menjaga gap antara si kaya dan si miskin agar tidak terlalu jauh‎. Maka, peran pemerintah daerah di sini menjadi sangat penting. Dengan adanya dana desa, diharapkan pembangunan daerah (selain Jawa) bisa lebih terfokus agar tidak ada lagi gerakan-gerakan daerah yang ingin merdeka," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
1 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
3 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
4 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
6 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
10 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
18 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved