Laba Bersih Pertamina Kuartal III Turun Jadi Rp4,6 T
Kamis, 22 Oktober 2015 - 13:22 WIB
Laba Bersih Pertamina Kuartal III Turun Jadi Rp4,6 T
A
A
A
JAKARTA - Laba bersih PT Pertamina kuartal III/2015 sebesar USD340 juta atau sekitar Rp4,6 triliun (kurs Rp13.500/USD). Angka ini menurun dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar USD540 juta.
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, penurunan tersebut dipengaruhi kondisi ekonomi Indonesia yang belum pulih dan harga minyak dunia yang masih berada di angka USD50 per barel.
Menurutnya, laba perseroan juga turun cukup tajam jika dibanding periode sama tahun lalu sebesar USD590 juta. "Harga minyak dunia yang terus turun, saat ini di USD50 per barel dan pertumbuhan ekonomi yang belum stabil membuat kondisi kinerja kita terpengaruh. Bukan hanya Pertamina, tapi juga pemain-pemain lain yang labanya juga menurun," kata Dwi di Jakarta, Kamis (22/10/2015).
Direktur Keuangan Pertamina Arif Budiman mengatakan, hingga September 2015 ini mencapai USD31,99 miliar atau turun dari tahun lalu yang sebesar USD55,17 miliar. Sementara, laba bersih juga menurun menjadi USD914 juta dari tahun lalu USD1,73 miliar.
"Seperti yang diungkapkan Pak Dirut, bahwa harga minyak turun sangat jauh. Kalau di RKP kita pada awalnya USD60 per barel, tapi realisasi USD50. Ini juga ada imbasnya dari kurs rupiah kita terhadap dolar. Tekanan ini luar biasa," terangnya.
Arif mengakui, meski Pertamina sudah banyak melakukan efisiensi, namun pihaknya tidak mau berlebihan dalam melakukan langkah tersebut yang akhirnya harus merugikan dan menyiksa Pertamina.
"Eksplorasi kita kurangi sedikit. Tahun ini mungkin bagus kalau kita kurangi tapi enggak bagus buat tahun-tahun mendatang," tandas dia.
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, penurunan tersebut dipengaruhi kondisi ekonomi Indonesia yang belum pulih dan harga minyak dunia yang masih berada di angka USD50 per barel.
Menurutnya, laba perseroan juga turun cukup tajam jika dibanding periode sama tahun lalu sebesar USD590 juta. "Harga minyak dunia yang terus turun, saat ini di USD50 per barel dan pertumbuhan ekonomi yang belum stabil membuat kondisi kinerja kita terpengaruh. Bukan hanya Pertamina, tapi juga pemain-pemain lain yang labanya juga menurun," kata Dwi di Jakarta, Kamis (22/10/2015).
Direktur Keuangan Pertamina Arif Budiman mengatakan, hingga September 2015 ini mencapai USD31,99 miliar atau turun dari tahun lalu yang sebesar USD55,17 miliar. Sementara, laba bersih juga menurun menjadi USD914 juta dari tahun lalu USD1,73 miliar.
"Seperti yang diungkapkan Pak Dirut, bahwa harga minyak turun sangat jauh. Kalau di RKP kita pada awalnya USD60 per barel, tapi realisasi USD50. Ini juga ada imbasnya dari kurs rupiah kita terhadap dolar. Tekanan ini luar biasa," terangnya.
Arif mengakui, meski Pertamina sudah banyak melakukan efisiensi, namun pihaknya tidak mau berlebihan dalam melakukan langkah tersebut yang akhirnya harus merugikan dan menyiksa Pertamina.
"Eksplorasi kita kurangi sedikit. Tahun ini mungkin bagus kalau kita kurangi tapi enggak bagus buat tahun-tahun mendatang," tandas dia.
(izz)
Lihat Juga :