Harga Minyak Turun karena Permintaan Diproyeksi Susut

Senin, 02 November 2015 - 09:29 WIB
Harga Minyak Turun karena...
Harga Minyak Turun karena Permintaan Diproyeksi Susut
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah turun pada awal perdagangan di Asia hari ini karena analis memproyeksikan permintaan dari China akan susut dalam beberapa bulan mendatang.

Dikutip dari Reuters, patokan minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) turun 41 sen dari penutupan terakhir di USD46,18/barel pagi ini. Sementara minyak berjangka Brent berada di USD49,33/barel, turun 23 sen.

Jatuhnya harga minyak pada awal pekan ini setelah kenaikan pada pekan lalu menyusul penurunan jumlah rig minyak lebih lanjut di AS, yang menunjukkan bahwa produksi minyak mentah dalam negeri bisa merosot dalam beberapa bulan mendatang.

Tapi di Asia, kemungkinan melambatnya permintaan di China didominasi perdagangan pada hari ini, dengan goyahnya pertumbuhan negara ekonomi kedua di dunia.

Barclays menyatakan bahwa pertumbuhan permintaan minyak China untuk September sesuai dengan persediaan, melambat menjadi 226.500 barel per hari (bph) atau 2,1% dibanding dengan bulan yang sama tahun lalu, jauh lebih rendah dari kenaikan 6,3% untuk tiga kuartal pertama tahun ini.

"Data permintaan yang kuat dalam delapan bulan pertama tidak konsisten dengan melambatnya kegiatan ekonomi makro yang diamati, sedangkan melemahnya permintaan pada September membaik, tercermin dari permintaan riil," kata Barclays, Senin (2/11/2015).
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
9 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
10 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
12 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
12 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved