Meski Stok Meningkat, Harga Minyak Naik Tipis
Kamis, 05 November 2015 - 09:50 WIB
Meski Stok Meningkat, Harga Minyak Naik Tipis
A
A
A
TOKYO - Harga minyak mentah berjangka naik tipis di perdagangan Asia awal hari ini setelah susut pada sesi sebelumnya, di tengah data resmi yang menunjukkan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) meningkat selama enam pekan berturut-turut.
Harga minyak mentah merosot sebesar 4% pada Kamis setelah Administrasi Informasi Energi mengatakan, persediaan minyak mentah AS bertambah sebanyak 2,85 juta barel pada pekan lalu, sejalan dengan perkiraan, meskipun impor turun ke level terendah sejak 1991.
Minyak mentah AS naik 22 sen menjadi USD46,54/barel dalam perdagangan tipis. Minyak jatuh USD1,58 atau 3,3% ke USD46,32 pada Rabu. Sementara minyak mentah Brent naik 27 sen menjadi USD48,85/barel, setelah jatuh 3,9% pada hari sebelumnya.
"Data AS negatif dan tidak ada banyak kesempatan perbaikan lebih lanjut pada tahap ini, dengan keseimbangan permintaan atau penawaran, di tengah persediaan meningkat dan produksi pada dasarnya stabil," kata Kepala Analis Pasar di CMC Markets Ric Spooner, seperti dilansir dari Reutres, Kamis (5/11/2015).
Dokumen internal Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang diterbitkan Reuters menunjukkan permintaan minyak dalam beberapa tahun ke depan akan melemah. Sementara menteri minyak OPEC akan bertemu pada 4 Desember 2015.
Arab Saudi, produsen OPEC terbesar, telah memproduksi minyak mendekati rekor untuk melindungi pangsa pasar, tetapi pendapatan minyaknya merosot.
Harga minyak mentah merosot sebesar 4% pada Kamis setelah Administrasi Informasi Energi mengatakan, persediaan minyak mentah AS bertambah sebanyak 2,85 juta barel pada pekan lalu, sejalan dengan perkiraan, meskipun impor turun ke level terendah sejak 1991.
Minyak mentah AS naik 22 sen menjadi USD46,54/barel dalam perdagangan tipis. Minyak jatuh USD1,58 atau 3,3% ke USD46,32 pada Rabu. Sementara minyak mentah Brent naik 27 sen menjadi USD48,85/barel, setelah jatuh 3,9% pada hari sebelumnya.
"Data AS negatif dan tidak ada banyak kesempatan perbaikan lebih lanjut pada tahap ini, dengan keseimbangan permintaan atau penawaran, di tengah persediaan meningkat dan produksi pada dasarnya stabil," kata Kepala Analis Pasar di CMC Markets Ric Spooner, seperti dilansir dari Reutres, Kamis (5/11/2015).
Dokumen internal Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang diterbitkan Reuters menunjukkan permintaan minyak dalam beberapa tahun ke depan akan melemah. Sementara menteri minyak OPEC akan bertemu pada 4 Desember 2015.
Arab Saudi, produsen OPEC terbesar, telah memproduksi minyak mendekati rekor untuk melindungi pangsa pasar, tetapi pendapatan minyaknya merosot.
(rna)
Lihat Juga :