Darmin Pesimis Ekonomi RI 2015 Capai Target
Jum'at, 06 November 2015 - 07:21 WIB
Darmin Pesimis Ekonomi RI 2015 Capai Target
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution pesimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dapat mencapai target yang dicanangkan sebesar 5,2%.
Pasalnya, pertumbuhan ekonomi dunia belum sepenuhnya pulih sehingga harga komoditi masih anjlok dan berimbas pada volume ekspor komoditi yang juga amblas. (Baca: Tiga Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi Jilid VI).
"Memang kemudian transaksi berjalan kelihatan membaik tapi karena impornya turun agak cepat," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2015).
Selain itu, percepatan pengeluaran anggaran hingga akhir September belum terjadi. Sehingga semua hal itu membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak memiliki cukup tenaga untuk meroket.
"Sehingga pertumbuhannya masih sedikit lebih baik, bukan lebih jelek lho, sedikit lebih baik dari kuartal sebelumnya. Tapi tidak cukup baik untuk menyerap tambahan angkatan kerja. Akibatnya ya tingkat penganggurannya juga naik," imbuh dia.
Darmin memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal IV tahun ini hanya tumbuh 4,9%. Hal ini diyakini akan didorong melalui pengeluaran pemerintah serta investasi.
"Jangan lupa sampai September investasinya rendah pertambahannya, cuma 4 koma berapa gitu saya lupa," tuturnya.
Sebab itu, dia berharap dengan paket deregulasi yang diluncurkan pemerintah akan membangkitkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
"Sedangkan kita nerharap setelah deregulasi ini, setelah kepercayaan mulai muncul dia akan bisa lebih baik," pungkas Darmin.
Pasalnya, pertumbuhan ekonomi dunia belum sepenuhnya pulih sehingga harga komoditi masih anjlok dan berimbas pada volume ekspor komoditi yang juga amblas. (Baca: Tiga Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi Jilid VI).
"Memang kemudian transaksi berjalan kelihatan membaik tapi karena impornya turun agak cepat," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2015).
Selain itu, percepatan pengeluaran anggaran hingga akhir September belum terjadi. Sehingga semua hal itu membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak memiliki cukup tenaga untuk meroket.
"Sehingga pertumbuhannya masih sedikit lebih baik, bukan lebih jelek lho, sedikit lebih baik dari kuartal sebelumnya. Tapi tidak cukup baik untuk menyerap tambahan angkatan kerja. Akibatnya ya tingkat penganggurannya juga naik," imbuh dia.
Darmin memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal IV tahun ini hanya tumbuh 4,9%. Hal ini diyakini akan didorong melalui pengeluaran pemerintah serta investasi.
"Jangan lupa sampai September investasinya rendah pertambahannya, cuma 4 koma berapa gitu saya lupa," tuturnya.
Sebab itu, dia berharap dengan paket deregulasi yang diluncurkan pemerintah akan membangkitkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
"Sedangkan kita nerharap setelah deregulasi ini, setelah kepercayaan mulai muncul dia akan bisa lebih baik," pungkas Darmin.
(izz)
Lihat Juga :