Koreksi Harga Minyak Diprediksi Berlanjut Tahun Depan

Selasa, 10 November 2015 - 14:43 WIB
Koreksi Harga Minyak...
Koreksi Harga Minyak Diprediksi Berlanjut Tahun Depan
A A A
ABU DHABI - Harga minyak mentah dunia yang rendah saat ini masih akan terkoreksi pada tahun depan. Namun, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak mampu membantu menaikkan harga yang telah jatuh lebih dari 50%.

Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed al-Mazrouei mengatakan bahwa Emirat sebagai negara kaya minyak akan meningkatkan produksi harian menjadi 3,5 juta barel pada tahun-tahun mendatang.

Emirate saat ini memproduksi minyak sekitar 2,9 juta barel per hari (bph). Menurut Administrasi Informasi Energi AS, Emirate merupakan produsen minyak terbesar keenam di dunia pada 2014.

Harga minyak global telah jatuh lebih dari 50% sejak pertengahan tahun lalu. Fluktuasi harga minyak bukanlah hal yang baru di Timur Tengah, tetapi ekonomi negara Teluk sangat bergantung pada sektor ini, sehingga kemungkinan akan merasakan imbas dari rendahnya harga minyak jika terus berlanjut pada tahun depan.

"Ada beberapa kekhawatiran dan rasa sakit. Tapi rasa sakit tersebut bukan hal baru di industri ini. Kita semua tahu, kita sudah melaluinya dan akan lebih kuat untuk melewatinya," kata al-Mazrouei, seperti dilansir dari USA Today, Rabu (10/11/2015).

Beberapa faktor yang memuat harga minyak rendah, termasuk meningkatnya produksi minyak Amerika Serikat (AS) dan banjir pasokan dari ekspor Iran setelah sanksi dicabut. (Baca: Harga Minyak Mendidih Setelah Komentar OPEC)

Al-Mazrouei tidak merinci bagaimana harga minyak dunia akan meningkat, kecuali mengatakan OPEC tidak akan mampu melakukannya sendiri.

"Jangan tanya saya bagaimana, pasar akan memutuskan itu. Setiap orang memiliki perannya," kata dia.

Dia mengatakan UEA berencana untuk meningkatkan produksinya 3,5 juta barel. "Ini bukan untuk banjir pasokan di pasar, tetapi untuk menyeimbangkan pasar bila diperlukan," imbuh dia.

Sementara Direktur Jenderal Abu Dhabi National Oil Co Abdulla al-Suwaidi Nasser menuturkan, UEA akan memproduksi 3,5 juta barel minyak dalam dua sampai tiga tahun mendatang.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
7 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
7 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
7 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
8 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
8 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
8 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved