Boediono Anggap Kondisi Ekonomi RI Tidak Normal

Kamis, 12 November 2015 - 11:36 WIB
Boediono Anggap Kondisi...
Boediono Anggap Kondisi Ekonomi RI Tidak Normal
A A A
DEPOK - Mantan Wakil Presiden (Wapres) RI Boediono menganggap kondisi ekonomi Indonesia saat ini sudah tidak normal. Banyaknya angin dan badai yang menerpa, membuat perekonomian di Tanah Air keluar jalur.

Dia mengatakan, kondisi perekonomian saat ini sudah sangat berbeda dengan kondisi 1970-an. Saat ini, guncangan yang terjadi dan berdampak terhadap situasi perekonomian di Indonesia jauh lebih kencang, baik dari internal maupun eksternal.

"Kita semua tahu ada headwind, ada pula sidewind yang membawa ekonomi kita offtrack. Dan sekarang ini sidewind-nya banyak sekali, berbeda saat 1970-an. Sekarang ini lebih kencang. Krisis dan bencana bisa menerpa kita sewaktu-waktu," katanya saat menjadi keynote speaker dalam seminar Indonesia Economic Outlook 2016 di Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (12/11/2015).

Menurutnya, Indonesia harus siap menghadapi guncangan tersebut dengan membangun suatu sistem ketahanan ekonomi yang efektif dan andal. Harus ada sistem pertahanan ekonomi, dan tidak cukup hanya dari text book yang sering dipelajari.

"‎Karena tidak banyak dalam text book itu dibahas mengenai bagaimana kita survive menghadapi suatu gejolak. Karena situasinya agak berbeda, agak tidak normal. Keputusan dan langkahnya itu harus inconventional, tidak seperti yang biasanya kita dapatkan dari pelajaran text book," tutur dia.

Mantan Menteri Keuangan ini mengungkapkan, ketidaksiapan Indonesia menghadapi krisis pada 1997-1998 membuat perekonomian di Tanah Air mundur 10 tahun ke belakang. Bahkan, pasca krisis ekonomi tersebut Indonesia butuh waktu panjang untuk kembali membangkitkan perekonomiannya.

Menurutnya, pada saat krisis keuangan ‎global 2008, Indonesia sudah lebih siap dan mampu meminimalkan dampak serta memperpendek masa pemulihan. Namun, tanpa adanya sistem pertahanan Indonesia tidak akan mampu menciptakan kemajuan ekonomi berkelanjutan.

"Tanpa ada sistem pertahanan krisis, sustainable growth tidak akan pernah terjadi. Ini syarat untuk capai jalur sustainable growth‎," tandas Boediono.

Baca Juga:

Boediono: Mengelola Ekonomi Ibarat Mengendarai Sepeda
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
2 jam yang lalu
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
4 jam yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
13 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved