Masuk Anggota OPEC RI Lebih Mudah Lakukan Lobi
Kamis, 19 November 2015 - 21:27 WIB
Masuk Anggota OPEC RI Lebih Mudah Lakukan Lobi
A
A
A
JAKARTA - Mantan Pelaksana Sekjen Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) Maizar Rahman mengungkapkan, masuknya Indonesia sebagai anggota penuh OPEC memberi kemudahan dalam melobi negara-negara pengekspor minyak.
Menurutnya, Indonesia harus mengambil manfaat sebesar-besarnya atas keanggotaan penuh yang telah disandang dalam organisasi pengekspor minyak tersebut. Kedekatan dengan para anggota OPEC harus dimanfaatkan guna mengamankan lebih banyak sumber impor minyak Tanah Air.
"Kan artinya ada kedekatan dengan anggota-anggota OPEC. Mereka kan produsen minyak, kita kan importir. Jadi kita bisa mengamankan lebih banyak lagi sumber-sumber impor kita," ujarnya di Jakarta, Kamis (19/11/2015).
Terlebih, saat ini sumber-sumber minyak sangatlah terbatas dan harus bersaing dengan negara pengimpor minyak lain dari Asia, seperti China, Jepang, Taiwan, dan Korea. Untuk itu, Indonesia harus meningkatkan posisi tawar dalam mendapatkan sumber-sumber minyak tersebut.
Selain itu, pemerintah juga harus mendayagunakan keanggotaan OPEC untuk menjaring investasi masuk ke Indonesia. Pasalnya, beberapa negara anggota OPEC, seperti Uni Emirat Arab, Quwait, dan Qatar merupakan negara yang memiliki surplus dolar.
"Nah, itu kita harus bisa menarik dolar mereka untuk investasi di Indonesia. Itu salah satu manfaat. Karena kita dekat. Itu dari segi diplomasi ekonomi," imbuhnya.
Maizar menambahkan, negara-negara anggota OPEC juga dikenal dengan sifat kesetiakawanan dan saling tolong menolong. Untuk itu, Indonesia harus memanfaatkannya membantu melakukan lobi jika ada masalah di luar negeri.
"Kalau misalnya kita mau ketemu salah seorang produsen OPEC, terus kita bukan anggota, misalnya, produsennya itu Saudi Arabia berarti kita harus ke Saudi Arabia, harus janjian dulu, harus protokoler. Tapi kalau kita anggota OPEC kan enggak perlu, tinggal telepon saja. Dari kamar ke kamar bicara," tandasnya.
Menurutnya, Indonesia harus mengambil manfaat sebesar-besarnya atas keanggotaan penuh yang telah disandang dalam organisasi pengekspor minyak tersebut. Kedekatan dengan para anggota OPEC harus dimanfaatkan guna mengamankan lebih banyak sumber impor minyak Tanah Air.
"Kan artinya ada kedekatan dengan anggota-anggota OPEC. Mereka kan produsen minyak, kita kan importir. Jadi kita bisa mengamankan lebih banyak lagi sumber-sumber impor kita," ujarnya di Jakarta, Kamis (19/11/2015).
Terlebih, saat ini sumber-sumber minyak sangatlah terbatas dan harus bersaing dengan negara pengimpor minyak lain dari Asia, seperti China, Jepang, Taiwan, dan Korea. Untuk itu, Indonesia harus meningkatkan posisi tawar dalam mendapatkan sumber-sumber minyak tersebut.
Selain itu, pemerintah juga harus mendayagunakan keanggotaan OPEC untuk menjaring investasi masuk ke Indonesia. Pasalnya, beberapa negara anggota OPEC, seperti Uni Emirat Arab, Quwait, dan Qatar merupakan negara yang memiliki surplus dolar.
"Nah, itu kita harus bisa menarik dolar mereka untuk investasi di Indonesia. Itu salah satu manfaat. Karena kita dekat. Itu dari segi diplomasi ekonomi," imbuhnya.
Maizar menambahkan, negara-negara anggota OPEC juga dikenal dengan sifat kesetiakawanan dan saling tolong menolong. Untuk itu, Indonesia harus memanfaatkannya membantu melakukan lobi jika ada masalah di luar negeri.
"Kalau misalnya kita mau ketemu salah seorang produsen OPEC, terus kita bukan anggota, misalnya, produsennya itu Saudi Arabia berarti kita harus ke Saudi Arabia, harus janjian dulu, harus protokoler. Tapi kalau kita anggota OPEC kan enggak perlu, tinggal telepon saja. Dari kamar ke kamar bicara," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :