Rizal Sambut Baik Instruksi Jokowi Menteri Kawal Investasi
Selasa, 24 November 2015 - 12:36 WIB
Rizal Sambut Baik Instruksi Jokowi Menteri Kawal Investasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyambut baik instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar para menterinya menjadi penghubung untuk mengawal proses investasi di Tanah Air.
Dia mengatakan, selama ini banyak masalah bilateral yang menyangkut bisnis, investasi, dan turisme, di mana negara lain kerap dibuat bingung lantaran tidak tahu pejabat mana yang harus dihubungi terkait investasi mereka.
"Langkah Presiden kemarin bagus, untuk setiap negara ditunjuk sebagai liason-nya lah, penghubungnya," katanya di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (24/11/2015).
Dengan demikian, jika suatu negara mengalami masalah dalam kegiatan investasinya di Tanah Air, maka mereka bisa menghubungi menteri yang ditunjuk untuk proses penyelesaiannya.
"Dan ini langkah bagus, supaya negara sahabat tahu siapa yang harus dihubungi kalau ada masalah negara, baik swasta maupun pemerintah," pungkasnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi menunjuk 10 menteri dan dua kepala lembaga negara untuk mengawal investasi asing yang akan masuk ke Indonesia.
Adapun menteri dan kepala lembaga negara yang ditunjuk Presiden Jokowi adalah:
1. Menteri ESDM Sudirman Said bertanggung jawab untuk Timur Tengah
2. Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil untuk Jepang
3. Menteri BUMN Rini Soemarno untuk RRT
4. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk Rusia
5. Menteri Perdagangan Thomas Lembong untuk Eropa dan Australia
6. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk India
7. Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan untuk Singapura
8. Menko Maritim Rizal Ramli untuk Malaysia
9. Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf untuk Korea Selatan
10. Kepala BKPM Franky Sibarani untuk Taiwan dan Hongkong
11. Menkominfo Rudiantara untuk AS dan Amerika Selatan
12. Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk Thailand dan Vietnam dan negara Asia lainnya di luar Singapura dan Malaysia.
Dia mengatakan, selama ini banyak masalah bilateral yang menyangkut bisnis, investasi, dan turisme, di mana negara lain kerap dibuat bingung lantaran tidak tahu pejabat mana yang harus dihubungi terkait investasi mereka.
"Langkah Presiden kemarin bagus, untuk setiap negara ditunjuk sebagai liason-nya lah, penghubungnya," katanya di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (24/11/2015).
Dengan demikian, jika suatu negara mengalami masalah dalam kegiatan investasinya di Tanah Air, maka mereka bisa menghubungi menteri yang ditunjuk untuk proses penyelesaiannya.
"Dan ini langkah bagus, supaya negara sahabat tahu siapa yang harus dihubungi kalau ada masalah negara, baik swasta maupun pemerintah," pungkasnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi menunjuk 10 menteri dan dua kepala lembaga negara untuk mengawal investasi asing yang akan masuk ke Indonesia.
Adapun menteri dan kepala lembaga negara yang ditunjuk Presiden Jokowi adalah:
1. Menteri ESDM Sudirman Said bertanggung jawab untuk Timur Tengah
2. Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil untuk Jepang
3. Menteri BUMN Rini Soemarno untuk RRT
4. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk Rusia
5. Menteri Perdagangan Thomas Lembong untuk Eropa dan Australia
6. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk India
7. Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan untuk Singapura
8. Menko Maritim Rizal Ramli untuk Malaysia
9. Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf untuk Korea Selatan
10. Kepala BKPM Franky Sibarani untuk Taiwan dan Hongkong
11. Menkominfo Rudiantara untuk AS dan Amerika Selatan
12. Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk Thailand dan Vietnam dan negara Asia lainnya di luar Singapura dan Malaysia.
(izz)
Lihat Juga :