BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 5,2%
Selasa, 24 November 2015 - 21:40 WIB
BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 5,2%
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun depan berada pada rentang 5,2% hingga 5,6%. Hal ini mematahkan prediksi Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli yang menyebut perekonomian Indonesia dapat tumbuh 6% tahun depan.
Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan, penopang pertumbuhan tersebut berasal dari domestik terutama dari sisi investasi. Dalam jangka menengah (2017-2019) pertumbuhan perekonomian Indonesia diperkirakan baru bisa mencapai 6,0%-6,5%.
"Sementara inflasi berada pada rentang 3,5% plus minus 1%. Kemudian defisit transaksi berjalan diperkirakan 2,5%," ujarnya, dalam Pertemuan Tahunan BI 2015 di JCC, Jakarta, Selasa (24/11/2015).
Sejalan dengan itu, BI memprediksi pertumbuhan kredit pada 2016 sebesar 12%-14%. Sementara defisit transaksi berjalan di bawah 3%. (Baca: BI: RI Masih Hadapi Risiko Ketidakpastian Ekonomi Global)
"Optimisme kami terhadap ketahanan ekonomi tidak terlepas dari komitmen kita bersama untuk terus mempercepat dan melaksanakan reformasi struktural secara berkelanjutan, konsisten dan bersinergi antar sektor," tandasnya.
Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan, penopang pertumbuhan tersebut berasal dari domestik terutama dari sisi investasi. Dalam jangka menengah (2017-2019) pertumbuhan perekonomian Indonesia diperkirakan baru bisa mencapai 6,0%-6,5%.
"Sementara inflasi berada pada rentang 3,5% plus minus 1%. Kemudian defisit transaksi berjalan diperkirakan 2,5%," ujarnya, dalam Pertemuan Tahunan BI 2015 di JCC, Jakarta, Selasa (24/11/2015).
Sejalan dengan itu, BI memprediksi pertumbuhan kredit pada 2016 sebesar 12%-14%. Sementara defisit transaksi berjalan di bawah 3%. (Baca: BI: RI Masih Hadapi Risiko Ketidakpastian Ekonomi Global)
"Optimisme kami terhadap ketahanan ekonomi tidak terlepas dari komitmen kita bersama untuk terus mempercepat dan melaksanakan reformasi struktural secara berkelanjutan, konsisten dan bersinergi antar sektor," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :