Mengembalikan Kedaulatan Pangan

Kamis, 26 November 2015 - 22:54 WIB
Mengembalikan Kedaulatan...
Mengembalikan Kedaulatan Pangan
A A A
JEMBER - Kedaulatan pangan mengalami kemunduran. Indonesia tak lagi swasembada, sejumlah bahan pangan kini bergantung pada impor. Di sisi lain, jumlah petani terus mengalami penyusutan.

“Zaman dulu kita swasembada pangan, sekarang banyak yang kita tidak swasembada. Kalau kita bicara dalam konteks pertahanan, keamanan, sebetulnya agak peka. Kenapa? Kalau bahan baku kita, bahan pokok makanan yang kita butuhkan tidak dipasok oleh luar negeri bagaimana?” ujar Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dalam rakor dan pengukuhan pengurus DPC Partai Perindo Dapil 4 Jawa Timur, yang meliputi Kabupaten Jember dan Lumajang di Jember, Kamis (26/11/2015).

Indeks keamanan pangan Indonesia, dalam Global Food Security Index, terus merosot. Tahun 2015 Indonesia berada di posisi 74 dari 109 negara. Padahal, tiga tahun sebelumnya Indonesia berada di posisi ke-62. Kedaulatan pangan Indonesia rapuh rentan dengan pergerakan naik turun harga pangan dunia

Sementara di sisi lain, jumlah petani terus berkurang. HT menuturkan para petani selama ini memiliki untung yang pas-pasan, karena mereka mengambil modal dari tengkulak. Di sisi lain, biaya hidup terus mengalami kenaikan. “Jumlah petani makin sedikit karena mereka makin miskin,” ungkap HT.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, penduduk miskin di Indonesia per Maret 2015 mencapai 28,59 juta orang atau meningkat 0,26% dari September 2014. Jumlah orang miskin di pedesaan jauh lebih besar daripada di kota. Di pedesaan penduduk miskin tercatat sebanyak 17,94 juta orang. Meningkat dari Maret yang sebanyak 17,37 juta orang. Salah satu faktor kemiskinan di desa adalah rendahnya pendapatan para petani dan cenderung menurun.

Diketahui jumlah rumah tangga usaha tani di Indonesia pun terus menyusut. Terakhir survei pada tahun 2013 menyebutkan jumlah petani Indonesia hanya 31,17 juta jiwa. Angka tersebut menyusut 5 juta jiwa dibanding 10 tahun sebelumnya. Begitu pula lahan pertaniannya.

HT mengatakan perlu perlakuan khusus agar petani bisa lebih produktif dan meningkatkan kesejahteraannya. Dia mengutarakan seharusnya mereka dibantu dengan akses modal yang murah dan mudah. Selain itu petani juga membutuhkan pelatihan keterampilan dan proteksi.

“Petani lahannya banyak yang punya orang lain. Mungkin di Bondowoso juga. Jadi begitu ada pembangunan, harga tanah naik, yang punya tanah menjual lahan tersebut,” terangnya

Di sisi lain, para petani masih harus berhadapan lagi dengan aturan-aturan. Sebagai contoh aturan untuk tembakau. “Perlu dicarikan solusinya, karena tembakau ini adalah basis yang besar khusus untuk Jember. Indonesia juga, cukai di Indonesia besar sekali penerimaannya dari rokok. Jadi perlu dicarikan jalan keluarnya supaya petani tembakau juga bisa baik,” tandas HT.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HT Tegaskan Sulsel dan...
HT Tegaskan Sulsel dan Sumut Harus Jadi Lumbung Suara Partai Perindo
Apresiasi Natal Nasional...
Apresiasi Natal Nasional 2023 di Surabaya Sukses, HT: Ramai Sekali
Harapan Hary Tanoe di...
Harapan Hary Tanoe di HUT Soulyu
Hadiri Peresmian Kantor...
Hadiri Peresmian Kantor MPN Pemuda Pancasila, Hary Tanoesoedibjo: Semakin Bermanfaat bagi Bangsa Indonesia
HT: Semoga PP Makin...
HT: Semoga PP Makin Berkibar
Visi Misi Perindo Jelas,...
Visi Misi Perindo Jelas, Membangun Indonesia Sejahtera
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
5 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
7 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
7 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
7 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
8 jam yang lalu
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
8 jam yang lalu
Infografis
Berikut 5 Kampus Jurusan...
Berikut 5 Kampus Jurusan Teknologi Pangan Terbaik di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved