Susi: 61 Ribu ABK RI di New Zealand Diperlakukan Sangat Buruk

Senin, 30 November 2015 - 10:58 WIB
Susi: 61 Ribu ABK RI...
Susi: 61 Ribu ABK RI di New Zealand Diperlakukan Sangat Buruk
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan, setidaknya ada 61 ribu anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia (WNI) yang bekerja di wilayah perairan New Zealand diperlakukan secara tidak layak dan di bawah standar hak asasi manusia (HAM).

Dia menuturkan, selama ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencoba memberantas Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing yang terjadi di perairan Tanah Air. Namun ternyata, fakta mengejutkan bahwa tindak kejahatan di industri perikanan tidak hanya sekadar penangkapan secara ilegal.

"Salah satu temuan adalah perdagangan manusia, perbudakan, dan penyelundupan seperti obat dan barang lain," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (30/11/2015).

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 210 ribu orang di Indonesia yang bekerja di sektor perikanan. Dia meyakini, 40% hingga 50%‎ di antaranya masih belum terdaftar. "Mereka ini yang menjadi korban perdagangan manusia," imbuh dia.

Mantan Bos Susi Air ini mencontohkan, 61 ribu orang Indonesia yang ada di perairan New Zealand tersebut‎ bekerja di sekitar 500 kapal ikan Korea dan Taiwan. Para WNI tersebut diperlakukan sangat buruk di bawah standar HAM dan tanpa kebutuhan hidup layak.

"‎Mereka hidup sangat buruk, mereka susah mendarat dan mereka berpindah dari satu kapal ke kapal lain," terang dia.

‎Susi menambahkan, pihaknya telah menghubungi Duta Besar New Zealand terkait hal tersebut. Mereka juga berjanji segera melakukan registrasi terhadap kapal charter eks asing di sana.

"‎Itu adalah salah satu proteksi yang akan diperoleh WNI. Mereka mendapat perlakuan sangat tidak manusiawi," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
29 menit yang lalu
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
45 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
1 jam yang lalu
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
2 jam yang lalu
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
3 jam yang lalu
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
4 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved