Ekonomi RI Banyak Kelemahan, Darmin: Wajar Tak Tahan Banting

Selasa, 01 Desember 2015 - 13:19 WIB
Ekonomi RI Banyak Kelemahan,...
Ekonomi RI Banyak Kelemahan, Darmin: Wajar Tak Tahan Banting
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengakui bahwa kondisi perekonomian Indonesia memiliki banyak kelemahan, sehingga wajar jika Tanah Air tidak tahan banting terhadap gempuran kondisi perekonomian global.

Dia menuturkan, perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terjadi tahun ini memang sebagian besar diakibatkan dari kondisi global. Salah satunya terkait perekonomian China yang sebelumnya menjadi andalan di Asia Tenggara secara tiba-tiba keok.

"Kami tahu ekonomi China itu yang tadinya menjadi andalan di Asia Tenggara, tiba-tiba menghadapi persoalan yang cukup membuat dampak tidak baik. Tapi selain ekonomi China, ekonomi kita sendiri mengidap berbagai kelemahan," jelas Darmin dalam acara Indonesia Economic Outlook di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (1/12/2015).

Menurutnya, kelemahan terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah penerimaan negara, khususnya ‎yang terkait dengan perpajakan. Hal ini lantaran sebagian besar penerimaan negara, khususnya pajak berasal dari perusahaan.

"‎Hal ini sering kali tidak pernah diperhatikan. Saya mantan Dirjen Pajak dan sebagian besar penerimaan kita itu adalah dari perusahaan. Mungkin hampir 90 persen," imbuhnya.

(Baca Juga: JK Klaim Ekonomi RI Bukan Terburuk di ASEAN)

Padahal, sambung mantan Gubernur BI ini mayoritas penerimaan pajak di negara lain berasal dari orang perorangan. Sehingga jika ekonomi di negara tersebut mengalami guncangan maka konsumsi tidak akan banyak berubah dan penerimaan negara pun tidak akan mengalami perubahan signifikan.

Sementara jika didominasi perusahaan, maka penerimaan pajak akan menurun drastis jika terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Hal inilah yang terjadi di Indonesia saat ini.

"‎Kita alami itu pada periode 2008 ke 2009. 2008 penerimaan booming, sementara 2009 turun. Kita tadinya sudah mengandalkan pengeluaran pemerintah untuk jadi motor penggerak, sayangnya terganggu‎," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
9 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
11 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved