Jadi Menteri Penghubung, Susi Gerilya ke Pengusaha Rusia
Rabu, 02 Desember 2015 - 19:33 WIB
Jadi Menteri Penghubung, Susi Gerilya ke Pengusaha Rusia
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didaulat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi menteri penghubung untuk urusan investasi dari Rusia. Atas tanggung jawab tersebut, mantan bos Susi Air ini bergerilya ke para pengusaha Rusia.
Susi pun turut serta dalam pertemuan Rusia-Indonesia Business Council yang diadakan di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Susi menekankan agar para pengusaha Rusia yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia untuk mengirimkan daftar permintaan hingga daftar masalah yang dihadapi saat akan berinvestasi di Indonesia.
"Saya sekarang sudah mencoba, beberapa hari yang lalu sudah brief dengan Dubes Rusia untuk mengirim saya list, dolist, wishlist, dan problem list supaya saya bisa bantu untuk assisting," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/12/2015).
Menurut Susi, potensi investasi Rusia di Indonesia sangat besar. Salah satunya dalam bidang pariwisata. Terlebih, dengan adanya aksi pemboikotan terhadap Rusia oleh Mesir dan Turki. (Baca: Tarik Investasi, Jokowi Tunjuk Menteri Penghubung)
"Dengan kejadian beberapa yang sebetulnya tidak kita inginkan. Tapi, kita bisa manfaatkan. Contoh persoalan yang sekarang terjadi dengan Turki atau Mesir misalnya. Kan turis Rusia banyak ke kedua negara ini, mereka bisa ditarik ke mari. Dan, Rusia sudah ready untuk membangun hotel dan investasi," imbuhnya.
Menurut Susi, Presiden Jokowi telah berpesan agar setiap investasi asing yang masuk ke Indonesia harus terus didukung, kecuali yang berkenaan dengan bidang sumber daya alam (SDA).
"Karena infrastruktur kita perlu, teknologi kita perlu, kerja sama bisnis lainnya kita perlu. Yang harus hati-hati tentang SDA," tandasnya.
Susi pun turut serta dalam pertemuan Rusia-Indonesia Business Council yang diadakan di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Susi menekankan agar para pengusaha Rusia yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia untuk mengirimkan daftar permintaan hingga daftar masalah yang dihadapi saat akan berinvestasi di Indonesia.
"Saya sekarang sudah mencoba, beberapa hari yang lalu sudah brief dengan Dubes Rusia untuk mengirim saya list, dolist, wishlist, dan problem list supaya saya bisa bantu untuk assisting," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/12/2015).
Menurut Susi, potensi investasi Rusia di Indonesia sangat besar. Salah satunya dalam bidang pariwisata. Terlebih, dengan adanya aksi pemboikotan terhadap Rusia oleh Mesir dan Turki. (Baca: Tarik Investasi, Jokowi Tunjuk Menteri Penghubung)
"Dengan kejadian beberapa yang sebetulnya tidak kita inginkan. Tapi, kita bisa manfaatkan. Contoh persoalan yang sekarang terjadi dengan Turki atau Mesir misalnya. Kan turis Rusia banyak ke kedua negara ini, mereka bisa ditarik ke mari. Dan, Rusia sudah ready untuk membangun hotel dan investasi," imbuhnya.
Menurut Susi, Presiden Jokowi telah berpesan agar setiap investasi asing yang masuk ke Indonesia harus terus didukung, kecuali yang berkenaan dengan bidang sumber daya alam (SDA).
"Karena infrastruktur kita perlu, teknologi kita perlu, kerja sama bisnis lainnya kita perlu. Yang harus hati-hati tentang SDA," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :