BI: 96% Pasar Percaya Fed Rate Akan Naik 3 Hari Lagi
Senin, 14 Desember 2015 - 16:58 WIB
BI: 96% Pasar Percaya Fed Rate Akan Naik 3 Hari Lagi
A
A
A
JAKARTA - Kegelisahan dunia usaha terkait kenaikan tingkat suku bunga The Fed (Fed rate) akan terjawab pada 17 Desember 2015. Bank Indonesia (BI) mencatat 96% pasar meyakini bahwa Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunganya di tanggal tersebut atau 3 hari dari sekarang.
Hal ini disampaikan Gubernur BI Agus DW Martowardojo. Dia menilai bahwa Federal Reserve AS ada kecenderungan menaikkan suku bunganya setelah tertahan selama 7 tahun.
"Dari surveinya, 96% dari pasar itu percaya akan ada kenaikan. Makannya rupiah kita juga bergejolak," ujar Agus di Gedung BI, Jakarta, Senin (14/12/2015).
Kenaikan ini akan dilakukan secara bertahap hingga 2017 per 3 bulan. Untuk akhir 2016, diprediksi suku bunga di sana mencapai 1,125% dan akhir tahun 2017 ada di angka 2,265%
Atas perubahan suku bunga tersebut, menurut Agus, akan memudahkan kucuran dana asing yang masuk ke Indonesia dan negara berkembang lainnya. "Ini karena sudah membaiknya ekonomi AS. Kondisi ini diproyeksi bisa menekan perekonomian dalam jangka pendek," katanya.
Dalam waktu dekat, dengan adanya kondisi ini, BI dengan bank sentral Jiran telah melakukan kerja sama dalam menghadapi perubahan suku bunga The Fed.
"Kita akan bekerja sama dengan luar negeri dan menjaga nilai tukar kita untuk memperbaiki kondisi fundamental kita. Terus juga kita keluarkan kebijakan makro, kita minta kegiatan utang luar negeri dilakukan secara hati-hati. Kita sekarang juga akan tanda tangan perjanjian kerja sama dengan negara sahabat," pungkasnya.
Hal ini disampaikan Gubernur BI Agus DW Martowardojo. Dia menilai bahwa Federal Reserve AS ada kecenderungan menaikkan suku bunganya setelah tertahan selama 7 tahun.
"Dari surveinya, 96% dari pasar itu percaya akan ada kenaikan. Makannya rupiah kita juga bergejolak," ujar Agus di Gedung BI, Jakarta, Senin (14/12/2015).
Kenaikan ini akan dilakukan secara bertahap hingga 2017 per 3 bulan. Untuk akhir 2016, diprediksi suku bunga di sana mencapai 1,125% dan akhir tahun 2017 ada di angka 2,265%
Atas perubahan suku bunga tersebut, menurut Agus, akan memudahkan kucuran dana asing yang masuk ke Indonesia dan negara berkembang lainnya. "Ini karena sudah membaiknya ekonomi AS. Kondisi ini diproyeksi bisa menekan perekonomian dalam jangka pendek," katanya.
Dalam waktu dekat, dengan adanya kondisi ini, BI dengan bank sentral Jiran telah melakukan kerja sama dalam menghadapi perubahan suku bunga The Fed.
"Kita akan bekerja sama dengan luar negeri dan menjaga nilai tukar kita untuk memperbaiki kondisi fundamental kita. Terus juga kita keluarkan kebijakan makro, kita minta kegiatan utang luar negeri dilakukan secara hati-hati. Kita sekarang juga akan tanda tangan perjanjian kerja sama dengan negara sahabat," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :