Tak Mau Buat Gaduh, Kenaikan Pajak Tol Akan Dikaji Kembali
Senin, 04 Januari 2016 - 18:33 WIB
Tak Mau Buat Gaduh, Kenaikan Pajak Tol Akan Dikaji Kembali
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, rencana kenaikan pajak tol pada tahun ini akan dikaji kembali. Jika kenaikan pajak tol membuat gaduh, maka akan ditangguhkan.
Dia menjelaskan, tidak jadinya pajak tol dinaikkan pada tahun lalu, karena banyak reaksi gaduh dari masyarakat. Sehingga, Kemenkeu menunda kenaikannya.
"Soal pajak tol, kan ada jenis pajak yang diaktifkan oleh DJP tapi kemudian menuai reaksi yang agak ramai. Sehingga akhirnya waktu itu ditangguhkan. Ya sudah lah kalau begitu. Sebenarnya kalau dari sisi penerimaan kecil kok," ujar Suahasil di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (4/1/2016).
Menurutnya, ini bukan merupakan flip-flop kebijakan atau ketidakkonsistenan dari Kemenkeu. Namun, pihaknya hanya meminimalisir keramaian yang terjadi ke depan.
"Iya, itu bukan ketidakkonsistenan kebijakan. Tapi memang kalau membuat ramai masyarakat ya mendingan enggak usah kan," jelasnya.
Ke depan, Kemenkeu akan memperbaiki sosialisasi kepada masyarakat terkait tarif pajak tol ini agar tidak terjadi kegaduhan saat diberlakukan. "Ini jadi pelajaran kita ke depan. Kita perbaiki untuk apakah sosialisasinya diperbaiki, penyampaian teman-teman ke medianya seperti apa, agar bisa lebih baik dan laporan di media lebih suportif," pungkasnya.
Dia menjelaskan, tidak jadinya pajak tol dinaikkan pada tahun lalu, karena banyak reaksi gaduh dari masyarakat. Sehingga, Kemenkeu menunda kenaikannya.
"Soal pajak tol, kan ada jenis pajak yang diaktifkan oleh DJP tapi kemudian menuai reaksi yang agak ramai. Sehingga akhirnya waktu itu ditangguhkan. Ya sudah lah kalau begitu. Sebenarnya kalau dari sisi penerimaan kecil kok," ujar Suahasil di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (4/1/2016).
Menurutnya, ini bukan merupakan flip-flop kebijakan atau ketidakkonsistenan dari Kemenkeu. Namun, pihaknya hanya meminimalisir keramaian yang terjadi ke depan.
"Iya, itu bukan ketidakkonsistenan kebijakan. Tapi memang kalau membuat ramai masyarakat ya mendingan enggak usah kan," jelasnya.
Ke depan, Kemenkeu akan memperbaiki sosialisasi kepada masyarakat terkait tarif pajak tol ini agar tidak terjadi kegaduhan saat diberlakukan. "Ini jadi pelajaran kita ke depan. Kita perbaiki untuk apakah sosialisasinya diperbaiki, penyampaian teman-teman ke medianya seperti apa, agar bisa lebih baik dan laporan di media lebih suportif," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :