Darmin Ungkap Penyebab Inflasi 2015 Sedikit Meleset
Senin, 04 Januari 2016 - 21:10 WIB
Darmin Ungkap Penyebab Inflasi 2015 Sedikit Meleset
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mengemukakan, meski inflasi tahunan pada 2015 berhasil menyentuh target 3,3%, namun sejatinya sedikit meleset sebesar 5 persentasi poin (3,35%) dari perkiraan sebelumnya. Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, hal ini terjadi karena kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti cabai, bawang, telur, daging ayam.
Di mana inflasi tahunan pada 2015 lebih besar dari perkiraan inflasi Presiden Joko Widodo sebesar 3,3%. Sementara untuk inflasi bulanan pada Desember mencapai 0,96%, tertinggi dalam lima tahun terakhir.
"Kan 3,35%, itu bulan Desember di atas perkiraan ya inflasinya 0,96%. Tadinya kan kita perkirakan 0,5%. Tapi ada beberapa komoditi yang naik harganya sepanjang tahun, seperti cabai, bawang. Yang kedua, telur dan daging ayam," ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (4/1/2016)
Darmin menegaskan banyak hal yang meleset dari perkiraan, inflasi year on year atau tahunannya memang terjadi di atas proyeksi dan banyak yang memperkirakan di bawah 3%.
"Cuma itu kan fenomena kejadian ya, karena suplai barang agak kurang, bisa juga karena kebutuhan meningkat, jadi ya macam-macam. Paling tidak mungkin untuk ayam, telur karena persoalan jagung yang mahal sebulan terakhir. Tetapi itu persoalan sementara, akan menjadi normal kembali dalam waktu dekat. Apalagi akan ada pelaksanaan harga BBM yang baru," pungkasnya.
Di mana inflasi tahunan pada 2015 lebih besar dari perkiraan inflasi Presiden Joko Widodo sebesar 3,3%. Sementara untuk inflasi bulanan pada Desember mencapai 0,96%, tertinggi dalam lima tahun terakhir.
"Kan 3,35%, itu bulan Desember di atas perkiraan ya inflasinya 0,96%. Tadinya kan kita perkirakan 0,5%. Tapi ada beberapa komoditi yang naik harganya sepanjang tahun, seperti cabai, bawang. Yang kedua, telur dan daging ayam," ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (4/1/2016)
Darmin menegaskan banyak hal yang meleset dari perkiraan, inflasi year on year atau tahunannya memang terjadi di atas proyeksi dan banyak yang memperkirakan di bawah 3%.
"Cuma itu kan fenomena kejadian ya, karena suplai barang agak kurang, bisa juga karena kebutuhan meningkat, jadi ya macam-macam. Paling tidak mungkin untuk ayam, telur karena persoalan jagung yang mahal sebulan terakhir. Tetapi itu persoalan sementara, akan menjadi normal kembali dalam waktu dekat. Apalagi akan ada pelaksanaan harga BBM yang baru," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :