Kegiatan Dunia Usaha RI Tumbuh Melambat

Sabtu, 09 Januari 2016 - 20:16 WIB
Kegiatan Dunia Usaha...
Kegiatan Dunia Usaha RI Tumbuh Melambat
A A A
JAKARTA - Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada kuartal III-2015, (secara kuartalan) tumbuh tidak setinggi kuartal sebelumnya. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 5,06%, lebih rendah dibandingkan 11,90% pada kuartal II-2015.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara menjelaskan pertumbuhan kegiatan usaha yang terbatas tersebut terutama disebabkan oleh kontraksi pada sektor industri pengolahan dengan SBT sebesar -0,84%.

Sejalan dengan hal tersebut, rata-rata kapasitas produksi terpakai pada kuartal III-2015 dijelaskan berada pada level 75,36%, lebih rendah dibandingkan 77,82% pada kuartal sebelumnya.

"Penurunan kapasitas produksi terutama terjadi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan yang secara rata rata sebesar 76,76% atau turun dari 78,74% pada kuartal III tahun 2015," ucapnya di Jakarta, Sabtu (9/1/2016).

Secara kuartalan, Dia menambahkan pertumbuhan kegiatan usaha pada kuartal IV-2015 juga tidak setinggi kuartal sebelumnya, sesuai pola historis. Hal ini terindikasi dari SBT kegiatan usaha pada kuartal IV-2015 sebesar 2,28%.

Menurutnya terbatasnya kegiatan usaha terutama disebabkan oleh kontraksi pada sektor pertambangan dan penggalian serta sektor perdagangan, hotel & restoran. "Kinerja sektor industri pengolahan pada kuartal III-2015 terindikasi mengalami kontraksi tercermin dari nilai Prompt Manufacturing Index (PMI) 46,46%, menurun dibandingkan 50,28% pada kuartal II-2015," sambungnya.

Kontraksi pada sektor industri pengolahan terutama disebabkan oleh penurunan indeks volume total pesanan yang tercatat sebesar 45,94%. Dari sisi keuangan, lanjut dia, kondisi likuiditas dan rentabilitas perusahaan pada kuartal III-2015 terindikasi mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Sedangkan secara kuartalan, tekanan harga jual pada kuartal III-2015 terindikasi menurun dengan nilai SBT sebesar 16,72%, lebih rendah dari 17,30% pada kuartalan sebelumnya. "Tekanan kenaikan harga jual diperkirakan meningkat pada kuartal IV-2015 dengan SBT sebesar 16,74%," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
46 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
46 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved