Neraca Perdagangan RI Desember Defisit Rp3,25 Triliun

Jum'at, 15 Januari 2016 - 11:16 WIB
Neraca Perdagangan RI...
Neraca Perdagangan RI Desember Defisit Rp3,25 Triliun
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2015 mengalami defisit sebesar USD235,8 juta atau sekitar Rp3,25 triliun (kurs Rp13.800/USD). Di mana nilai ekspor Desember mencapai USD11,89 miliar, sementara impor tembus USD12,12 miliar.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, ekspor Desember 2015 naik 6,98% dibanding bulan sebelumnya. Namun, jika dibanding Desember tahun sebelumnya turun 17,66%.

"Untuk migas, masih turun bila Desember dibanding November sebesar 13,20%, ini terjadi pada seluruh migas. Minyak mentah turun dibanding November 2015 sebesar 23,44%. Untuk hasil minyak 7,85%, dan gas 6,8%," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Menurutnya, ini lebih diakibatkan karena penurunan harga. Sementara untuk nonmigas terjadi kenaikan signifikan, yakni 10,12% atau USD10,59 miliar. Karena, ekspor lemak minyak hewan nabati sudah terjadi peningkatan 14,8%, dan harga komoditas sawit sudah ada sedikit peningkatan di Desember 2015.

"Untuk total ekspor Januari ke Desember 2015 totalnya USD150,25 miliar, angka ini turun dibanding tahun sebelumnya sebesar 14,62% (yoy). Sedangkan ekspor nonmigasnya, Januari-Desember 2015 sebesar USD131,70 miliar, turun 9,77%," kata dia.

Ekspor nonmigas terbesar Januari-Desember 2015 yang pertama adalah Amerika Serikat sebesar USD15,31 miliar atau 11,62%. Kedua, China USD13,26 miliar atau 10,07% dan Jepang sebesar USD13,09 miliar atau 9,94%.

"Untuk ekspor nonmigas ke ASEAN sebesar USD27,25 miliar atau 20,69%. Ini turun karena pengaruh ekonomi global begitu juga dengan ekspor nonmigas ke Uni Eropa‎ USD14,80 miliar atau 11,24%," ungkapnya.

Sementara, impor yang sebesar USD12,12 miliar, naik 5,23% dibanding November 2015. Jika dibanding Desember ‎2014, atau turun 16,02%.

"Untuk komoditi migas naik 9,61% dan terjadi pada seluruh komponen migas. Sedangkan untuk nonmigas, pada Desember ini terjadi peningkatan impor mesin dan meknaik pesawat sebesar 11,27%," kata Suryamin.

Untuk total impor Januari-Desember 2015, sebesar USD142,74 miliar, turun 19,89% secara YoY, sedangkan untuk impor nonmigas Januari-Desember USD118,13 miliar, turun 12,32%.

"Untuk pangsa impor terbesar Januari-Desember 2015, yang pertama terbesar Tiongkok USD29,22 miliar atau 24,73%, Jepang USD13,23 miliar atau 11,2%, dan Singapura USD8,97 miliar atau 7,60%. Sedangkan impor nonmigas ke ASEAN sebesar USD26,04 miliar atau 22,05%. Ke Uni Eropa USD11,22 miliar atau 9,50%," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Ekspor Terus Turun,...
Ekspor Terus Turun, Ekonom Khawatir Akan Ada PHK Massal
Berita Terkini
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
42 menit yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
1 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
1 jam yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
2 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
12 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
13 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved