Kebut Infrastruktur, ADB Kucuri RI Pinjaman USD2 Miliar

Jum'at, 12 Februari 2016 - 11:52 WIB
Kebut Infrastruktur,...
Kebut Infrastruktur, ADB Kucuri RI Pinjaman USD2 Miliar
A A A
JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) siap memberikan suntikan pinjaman kepada Indonesia dalam rangka pembangunan proyek infrastruktur yang tengah dikebut pemerintah. Tiap tahunnya, lembaga multilateral ini bakal meminjamkan dana sekitar USD2 miliar.

Hal tersebut dikatakan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil usai mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan pertemuan dengan Presiden ADB Takehiko Nakao.

"ADB adalah salah satu partner pembangunan Indonesia. Beliau (Takehiko Nakao) mengatakan ADB siap membantu proyek infrastruktur dan pembiayaan infrastruktur kita. ADB menyediakan cukup besar pinjaman mulai tahun ini selama tiap tahun sekitar USD2 miliar. Itu bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur kita," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (12/2/2016).

(Baca Juga: Jokowi Ogah Kebut-kebutan Bangun Proyek Infrastruktur)

Dia mengatakan, pemerintah akan memanfaatkan alokasi pinjaman yang diberikan ADB tersebut. Apalagi, proyek infrastruktur yang tengah dikebut Indonesia cukup banyak dan memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit.

"Tahun ini mereka berikan alokasi sampai USD2 miliar. Tapi saya pikir kita akan manfaatkan semua, disamping itu mereka juga memberikan pinjaman langsung ke BUMN," imbuh dia.

Menurutnya, dana pinjaman dari ADB memiliki bunga yang relatif murah atau sekitar 2%. Selain itu, Indonesia tidak akan memiliki kaitan apapun meskipun mengambil pinjaman dari ADB.

"Karena pinjaman dari ADB adalah bunganya murah. Kemudian tidak ada kaitan apapun. Tidak ada tight istilahnya. Nah bunganya itu saya enggak tau pasti, tapi enggak sampai 2%," sambungnya.

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menambahkan, jangka waktu kredit (tenor) yang diberikan ADB untuk pinjaman fantastis tersebut pun cukup menarik yaitu sekitar 30 tahun. "Tenornya itu mungkin range-nya ada yang 30 tahun, tapi juga ada grace period. Tapi itu nanti tentu akan dilihat secara lebih detail," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
TelkomGroup Berhasil...
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Sarana Multi Infrastruktur...
Sarana Multi Infrastruktur Resmikan Fasilitas MCK Untuk Warga Desa Konga, NTT
Tingkatkan Daya Saing...
Tingkatkan Daya Saing Nasional dengan Pembangunan Infrastruktur
Berita Terkini
SIG Catat Penjualan...
SIG Catat Penjualan Semen 15 Juta Ton hingga Mei 2026
9 menit yang lalu
Sambil Jalan-jalan ke...
Sambil Jalan-jalan ke PRJ 2026, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Bebas Denda
29 menit yang lalu
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan 50% Bahan Bakar Pesawat Pakai Minyak Jelantah di 2060
43 menit yang lalu
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
1 jam yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
1 jam yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved