Kesepakatan Potong Produksi Minyak Dunia Didorong Rampung Maret
Minggu, 21 Februari 2016 - 12:53 WIB
Kesepakatan Potong Produksi Minyak Dunia Didorong Rampung Maret
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi Rusia, Alexander Novak mendorong agar kesepakatan awal terkait pembekuan produksi minyak mentah dunia di antara negara-negara besar penghasil minyak harus dapat rampung pada 1 Maret 2016, mendatang. Dia juga menambahkan kelompok kerja sama minyak dan gas (migas) yang dipimpin Rusia dan Arab Saudi sudah menentukan sikap.
(Baca Juga: Harga Minyak Dunia di Perdagangan Asia Jatuh)
Dalam sebuah wawancara televisi yang ditayangkan pada akhir pekan ini, menurutnya kesepakatan yang dicapai sebelumnya pada 16 Februari dinilai cukup berat. "Negara-negara telah secara terbuka mendukung pendekatan ini yakni memproduksi sekira 75% dari volume (minyak) ekspor global. Maksud saya, intinya mereka sepakat mengurangi," jelasnya di Doha seperti dilansir Reuters.
Rusia, Arab Saudi, Qatar dan Venezuela menjelaskan pekan ini setelah pembicaraan di Doha akan siap untuk memangkas produksi minyak mentah, jika produsen lain melakukan hal yang sama. Iran sendiri menyambut baik kesepakatan tersebut, meski belum mengatakan bakal ikut serta.
(Baca Juga: Arab Saudi Melunak, Menteri ESDM Prediksi Minyak Dunia Membaik)
Lanjut dia, Iran telah diambil sikap relatif konstruktif pada kesepakatan di Doha tetapi belum mengatakan itu siap untuk mendaftar. Sementara itu diyakini dengan atau tanpa Iran, kesepakatan pemotongan produksi minyak dunia bakal tetap terjadi.
Dia menerangkan bahwa pembicaraan antara Venezuela dan Iran masih terus berlangsung, sementara itu Novak menjelaskan bahwa dirinya juga akan membujuk negara-negara non-OPEC untuk ikut berperan termasuk Meksiko dan Norwegia.
Sambung dia, jika minyak tidak lagi disediakan untuk pasar, maka surplus minyak global minyak akan jatuh paling sedikit 1,3 juta barel per hari. "Saya percaya bahwa mereka (Meksiko dan Norwegia) akan mengambil sikap yang konstruktif," tandasnya.
(Baca Juga: Harga Minyak Dunia di Perdagangan Asia Jatuh)
Dalam sebuah wawancara televisi yang ditayangkan pada akhir pekan ini, menurutnya kesepakatan yang dicapai sebelumnya pada 16 Februari dinilai cukup berat. "Negara-negara telah secara terbuka mendukung pendekatan ini yakni memproduksi sekira 75% dari volume (minyak) ekspor global. Maksud saya, intinya mereka sepakat mengurangi," jelasnya di Doha seperti dilansir Reuters.
Rusia, Arab Saudi, Qatar dan Venezuela menjelaskan pekan ini setelah pembicaraan di Doha akan siap untuk memangkas produksi minyak mentah, jika produsen lain melakukan hal yang sama. Iran sendiri menyambut baik kesepakatan tersebut, meski belum mengatakan bakal ikut serta.
(Baca Juga: Arab Saudi Melunak, Menteri ESDM Prediksi Minyak Dunia Membaik)
Lanjut dia, Iran telah diambil sikap relatif konstruktif pada kesepakatan di Doha tetapi belum mengatakan itu siap untuk mendaftar. Sementara itu diyakini dengan atau tanpa Iran, kesepakatan pemotongan produksi minyak dunia bakal tetap terjadi.
Dia menerangkan bahwa pembicaraan antara Venezuela dan Iran masih terus berlangsung, sementara itu Novak menjelaskan bahwa dirinya juga akan membujuk negara-negara non-OPEC untuk ikut berperan termasuk Meksiko dan Norwegia.
Sambung dia, jika minyak tidak lagi disediakan untuk pasar, maka surplus minyak global minyak akan jatuh paling sedikit 1,3 juta barel per hari. "Saya percaya bahwa mereka (Meksiko dan Norwegia) akan mengambil sikap yang konstruktif," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :