Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok Terbebani Penguatan USD
Rabu, 09 Maret 2016 - 10:22 WIB
Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok Terbebani Penguatan USD
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia kembali anjlok pada perdagangan hari ini, Rabu (9/3/2016) terbebani penguatan dolar Amerika Serikat (USD) dan melambatnya permintaan ketika ekspor China ambruk, meski produksi AS telah menyusut untuk memberikan dukungan. Tercatat harga minyak mentah AS pada sesi perdagangan hari ini ada di level USD36,46 per barel pada pukul 02.19 GMT.
Posisi tersebut turun 4 sen dari penutupan sebelumnya dan hampir telah melemah sebesar 40% terhitung dari Februari lalu. Sementara dilansir Reuters hari ini, minyak mentah berjangka jenis Brent ada di posisi USD39,54 atau menyusut 11 sen dari sesi terakhir mereka dan tercatat melemah lebih dari 40% semenjak pernah menyentuh level terburuk pada Januari 2016 lalu.
Para analis memprediksi penurunan harga minyak dunia disebabkan merosotnya permintaan dari China, dimana perlambatan ekonomi mereka menjadi telah menyentuh posisi paling buruk dalam satu generasi. "Minyak sempat melakukan reli untuk mencari overextended, tapi data ekspor China sangat mengerikan," jelas Analis dari Clipper data, Matt Smith.
Seperti diketahui Kinerja perdagangan China pada Februari tahun ini jauh lebih buruk dari perkiraan para ekonom. Di mana ekspor jatuh paling dalam lebih dari enam tahun dan impor juga sedikit melemah, beberapa hari setelah pemerintah meyakinkan investor bahwa prospek ekonomi terbesar kedua di dunia ini tetap solid.
Harga minyak mentah sempat reli pada pertengahan Februari, ketika adanya kesepakatan menekan produksi dalam upaya menghentikan banjirnya pasokan untuk memberikan harapan. Tapi Kuwait yang merupakan anggota OPEC pekan ini mengatakan baru mau mengurangi produksi mereka, jika semua produsen minyak dunia ikut berpartisipasi termasuk Iran yang telah menolak keras rencana pemangkasan produksi.
Posisi tersebut turun 4 sen dari penutupan sebelumnya dan hampir telah melemah sebesar 40% terhitung dari Februari lalu. Sementara dilansir Reuters hari ini, minyak mentah berjangka jenis Brent ada di posisi USD39,54 atau menyusut 11 sen dari sesi terakhir mereka dan tercatat melemah lebih dari 40% semenjak pernah menyentuh level terburuk pada Januari 2016 lalu.
Para analis memprediksi penurunan harga minyak dunia disebabkan merosotnya permintaan dari China, dimana perlambatan ekonomi mereka menjadi telah menyentuh posisi paling buruk dalam satu generasi. "Minyak sempat melakukan reli untuk mencari overextended, tapi data ekspor China sangat mengerikan," jelas Analis dari Clipper data, Matt Smith.
Seperti diketahui Kinerja perdagangan China pada Februari tahun ini jauh lebih buruk dari perkiraan para ekonom. Di mana ekspor jatuh paling dalam lebih dari enam tahun dan impor juga sedikit melemah, beberapa hari setelah pemerintah meyakinkan investor bahwa prospek ekonomi terbesar kedua di dunia ini tetap solid.
Harga minyak mentah sempat reli pada pertengahan Februari, ketika adanya kesepakatan menekan produksi dalam upaya menghentikan banjirnya pasokan untuk memberikan harapan. Tapi Kuwait yang merupakan anggota OPEC pekan ini mengatakan baru mau mengurangi produksi mereka, jika semua produsen minyak dunia ikut berpartisipasi termasuk Iran yang telah menolak keras rencana pemangkasan produksi.
(akr)
Lihat Juga :