BPS Nilai Penurunan BI Rate Akan Dongkrak Ekonomi RI

Sabtu, 19 Maret 2016 - 10:30 WIB
BPS Nilai Penurunan...
BPS Nilai Penurunan BI Rate Akan Dongkrak Ekonomi RI
A A A
JAKARTA - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menilai, penurunan suku bunga Bank Indonesia rate (BI rate) menjadi 6,75% dari sebelumnya 7,00% akan mendukung arah pembangunan Indonesia dan pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin membaik.

Menurutnya, hal itu dikarenakan beberapa prediksi agak terlalu pesimis terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Jadi, dibutuhkan sesuatu yang bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik di tengah belum stabilnya kondisi ekonomi global.

Bahkan, Bank Indonesia (BI) sempat mengatakan bahwa prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I/2016 bisa tembus 5,1%. "Dengan penurunan BI rate saya rasa bisa menentukan arah pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik lagi. Agar pertumbuhannya lebih baik lagi, karena beberapa prediksi ekonomi seringkali pesimistis kalau kita lihat," kata Sasmito, Jakarta, kemarin.

Di samping itu, strategi penurunan BI rate tersebut akan membuat dana-dana yang berada di perbankan keluar untuk disalurkan ke belanja atau konsumsi dan investasi. Hal ini bisa membuat produksi menjadi lebih kuat, sehingga bisa berpengaruh ke neraca perdagangan Indonesia.

"Itu akan meningkatkan demand, baik permintaan untuk investasi dan konsumsi. Ini yang kita harapkan bisa menunjang produksi lebih tinggi. Terkait dengan dampak inflasi, kita harap lebih moderat. Artinya kalau demand naik, apakah itu demand konsumsi atau lainnya, yang kita lihat harga-harga di tingkat internasional masih rendah, saya kira penting juga. Sehingga kalaupun ada penurunan BI rate, saya harapkan, tidak menaikkan inflasi," tutur dia.

Untuk dampak terhadap sektor riil, kata Sasmito, pasti sangat berpengaruh. Ini berkaitan dengan pembangunan infrastruktur yang uangnya juga dialiri dari para investor. Dari pada terlalu banyak menyimpan uang di bank, lebih baik digunakan untuk investasi karena bunganya sedang turun.

"Lebih baik uangnya diinvestasikan, kan bunga sudah turun. Dari pada harus disimpan di bank terus. Tapi saya yakin kok, di samping investasi, pasti orang-orang akan berbelanja seperti belanja rumah, motor dan yang lainnya," pungkasnya.

(Baca: BI Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 6,75%)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
Berita Terkini
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
7 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
13 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
18 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
19 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved